kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,22   12,92   1.59%
  • EMAS1.026.000 -2,84%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Peritel Steinhoff tawarkan pembayaran US$ 1miliar untuk selesaikan tuntutan hukum


Senin, 27 Juli 2020 / 16:12 WIB
Peritel Steinhoff tawarkan pembayaran US$ 1miliar untuk selesaikan tuntutan hukum
CEO Steinhoff, Louis du Preez.

Sumber: Reuters | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JOHANNESBURG. Peritel Steinhoff dari Afrika Selatan (SNHJ) mengusulkan untuk membayar sekitar US$ 1 miliar untuk menyelesaikan klaim hukum pasca penipuan akuntansi.

Pengecer berusia lebih dari 50 tahun ini menghadapi serangkaian tuntutan hukum setelah mengungkapkan adanya skandal penipuan neraca keuangan pada Desember 2017.  Penipuan akuntansi dalam laporan keuangan Steinhoff ini diperkiaran mencapai U$ 7 miliar.

Kepala Eksekutif Louis du Preez mengatakan,  perusahaan ritel ini  telah bekerja selama 12 bulan untuk mengumpulkan penyelesaian, yang akan mencakup kasus-kasus dari Belanda ke Afrika Selatan.  Ia juga meminta agar semua penggugat untuk mendukung untuk mengumpulkan bukti.

"Meskipun belum ada kepastian bahwa kami akan dapat menyelesaikan penyelesaian ini, dalam pandangan kami, ketentuan-ketentuan ini benar-benar untuk kepentingan terbaik semua pemangku kepentingan," katanya dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip dari  Reuters, Senin (27/7).

Jika ini disepakati, kreditor, regulator, dan penuntut harus menyetujui proposal tersebut. Jika diterima maka ini akan menghapus tanda tanya besar atas kelangsungan hidup perusahaan yang sedang berjuang untuk bisa pulih.

“Namun, jika kesepakatan ini ditolak maka  Steinhoff harus dilikuidasi jika wajib membayar lebih dari 90 klaim hukum  secara terpisah,” ujarnya. Dan, ini berpotensi merusak  tuntutan.

Grup pemegang saham Belanda VEB mengatakan akan mempublikasikan tanggapannya terhadap proposal tersebut setelah jam perdagangan bursa ditutup di Belanda.

Sementara penuntut lainnya, pengusaha Afrika Selatan Christo Wiese, tidak segera menanggapi permintaan komentar, sementara beberapa tidak dapat dihubungi oleg Reuters

Sekadar mengingatkan, perusahaan menawarkan total sekitar penggantian sebesar  US$ 1 miliar secara terpisah untuk berbagai penuntut dalam menyelesaikan klaim, yang sejatinya hanya sebagain kecil dari nilai klaim atas skandal  penipuan tersebut.

Kreditur , pemegang saham  menuntut penggantian sebesar 9 miliar euro atau setara US$ 10,5 miliar pada tahun 2019.  Tuntutan ini, kata Steinhoff sulit bisa diselesaikan.

Perusahaan hanya menawarkan US$ 1 miliar yang akan dibayarkan secara tunai dan saham di pengecer Pepko pengecer Afrika Selatan

Yang pasti, pengumuman kesanggupan pembayaran US$ 1 miliar ini membuat saham Steihoff naik lebih dari 11% pada hari Senin.

 



TERBARU

[X]
×