kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Perjanjian Nuklir Terakhir AS–Rusia Bakal Berakhir, Masa Depan Pengendalian Tak Pasti


Kamis, 08 Januari 2026 / 12:48 WIB
Perjanjian Nuklir Terakhir AS–Rusia Bakal Berakhir, Masa Depan Pengendalian Tak Pasti
ILUSTRASI. Vladmimir Putin, Donald Trump (NULL/Sergey Bobly). Perjanjian nuklir terakhir antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia, New START, akan berakhir pada 5 Februari mendatang.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Upaya pengendalian senjata global juga makin rumit setelah Rusia menyatakan bahwa kekuatan nuklir Inggris dan Prancis—dua anggota NATO—seharusnya ikut dinegosiasikan. London dan Paris menolak usulan tersebut.

Mantan negosiator nuklir Uni Soviet dan Rusia, Nikolai Sokov, menilai pembentukan perjanjian nuklir multilateral baru dalam kondisi saat ini hampir mustahil. Ia menyebut proses tersebut akan memakan waktu sangat lama.

Menurut Sokov, salah satu opsi adalah menyusun perjanjian pengganti New START yang lebih fleksibel dengan mempertimbangkan pertumbuhan arsenal nuklir China. Namun, langkah yang lebih mendesak adalah mengurangi risiko pecahnya perang nuklir akibat kesalahan atau salah perhitungan.

Baca Juga: 11 Menit ke Polandia, 17 Menit ke Brussel: Rudal Nuklir Rusia Resmi Siaga di Belarus

Ia mencontohkan, saat ini hanya Rusia dan Amerika Serikat yang memiliki jalur komunikasi darurat 24 jam dalam krisis nuklir. Negara-negara Eropa, termasuk markas besar NATO, tidak memiliki saluran komunikasi khusus dengan Moskow.

“Prioritas utama saat ini adalah pengurangan risiko dan pembangunan kepercayaan. Perjanjian berikutnya akan sangat kompleks dan membutuhkan waktu panjang,” ujar Sokov.
 

Selanjutnya: Indonesia Consumes 14.2 Million Kilolitres of Palm-Based Biodiesel in 2025, up 5.2%

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!




TERBARU

[X]
×