kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45901,66   16,77   1.89%
  • EMAS977.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.30%
  • RD.CAMPURAN 0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.17%

Perkuat bisnis cip, SK Hynix akuisisi unit bisnis Intel senilai Rp 132,3 triliun


Selasa, 20 Oktober 2020 / 15:52 WIB
Perkuat bisnis cip, SK Hynix akuisisi unit bisnis Intel senilai Rp 132,3 triliun
ILUSTRASI. Logo SK Hynix

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL.  Intel Corp telah sepakat untuk menjual unit bisnis storage dan memori NAND miliknya ke perusahaan cip Korea Selatan SK Hynix Inc. Kesepakatan penjualan unit memori flash itu mencapai sekitar US$ 9 miliar atau setara Rp 132,3 triliun. 

Langkah ini menandai upaya terbaru perusahaan multinasional Amerika Serikat (AS) itu untuk mendivestasikan bisnis non-intinya. Intel ingin menjauh  dan volatilitas industri cip NAND dan memilih fokus pada bisnis memori Optane, unit bisnisnya yang lebih kecil tetapi lebih menguntungkan karena memanfaatkan teknologi yang lebih maju.

Sejak mengambil alih kepemimpinan Intel sejak 2019, Bob Swan sebagai Chief Executive Officer (CEO) telah menyampaikan pada invesor akan mendivestasikan unit di luar bisnis intinya yang fokus pada pada prosesor untuk komputer dan server pribadi. 

Baca Juga: Enggan akuisisi PLTU Paiton, ini fokus Adaro Energy (ADRO) di bisnis kelistrikan

Tahun lalu, perusahaan ini menjual unit modem seluler smartphone-nya ke Apple. Lalu, di tahun ini telah menjual grup chip konektivitas rumah ke MaxLinear Inc.

"Transaksi ini akan memungkinkan kami untuk lebih memprioritaskan investasi kami dalam teknologi yang berbeda," kata CEO Intel Bob Swan dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (20/10).

Nilai kesepakatan itu tidak hanya penjualan bisnis memori NAND, tetap akuisisi itu juga untuk bisnis solid-state drive Intel,  NAND IP dan wafer, serta fasilitas produksi di kota Dalian di timur laut China. Proses akuisisi ini bakal berlangsung secara bertahap hingga tahun 2025. 

Perusahaan Korea Selatan itu mengatakan akan melakukan pembayaran US$ 7 miliar sebelum akhir 2021, kemudian sisanya pada Maret 2025. Citigroup  bertindak sebagai penasehat Hynix dalam transaksi ini, sementara Intel menggandeng Bank of America.

Bisnis cip mengalami peningkatan pesat setelah pandemi Covid-19. Permintaan cip yang digunakan dalam segala hal mulai dari iPhone hingga pusat data melonjak.  

Menurut peneliti pasar Trendforce, industri Nand Flash tumbuh pada kuartal II 2020 berkat permintaan yang kuat untuk PC dan server karena pandemi memaksa jutaan orang untuk bekerja dari rumah.

Kesepakatan dengan Intel itu akan menopang posisi Hynix di pasar cip untuk bersaing dengan Samsung Electronics Co, Micron Technology Inc dan Kioxia Jepang. Kesepakatan itu merupakan konsolidasi pasar di industri cip. 

Greg Roh, analis di HMC Securities melihat, konsolidasi itu sebagai kabar baik bagi pembuat chip memori Korea dan akan mengurangi masalah kelebihan pasokan. 

"Hynix sekarang memasuki bisnis chip kontrol hiperskala dengan membeli bisnis Intel. Meski ada beberapa skeptisisme tentang harga kesepakatan, saya pikir ini tidak akan menjadi beban karena akan memastikan arus kas jangka panjang yang solid, ”kata Greg Roh dikutip Bloomberg, Selasa (20/10)

SK Hynix berada di urutan keempat dalam pasar cip memori Nand. Pelanggannya termasuk Appel dan Huawei Technologies Co Ltd. Di sisi lain, perusahaan kini menempati urutan kedua dalam penjualan memori Dram setelah Samsung Electronics.

Baca Juga: Mobil listrik Tesla buatan China mulai dijual di Eropa

Sampai saat ini, Samsung adalah pemimpin di pasar flash Nand dengan pangsa 31,4%, diikuti oleh Kioxia dengan 17,2%, SK Hynix dengan 11,7%, Intel 11,5%  dan Micron MU.O 11,5%. 

Dengan akuisisi tersebut, SK Hynix yang merupakan bagian dari SK Group milik konglomerat Korea Selatan itu, akan memiliki pangsa pasar sebesar 23,2%.

“Meskipun lingkungan persaingan di sekitar kami tidak mudah, kami telah membuat keputusan yang berani untuk membuka jalan bagi lompatan kami menuju mengamankan posisi yang kokoh dalam bisnis NAND seperti di DRAM,” Presiden dan CEO SK Hynix Lee Seok-hee dikutip Reuters

 

Selanjutnya: Jack Ma masih paling tajir, total kekayaan orang super kaya China US$ 1,5 triliun

 




TERBARU
MENAGIH UTANG ITU MUDAH Basic Social Media Marketing Strategy (Facebook & Instagram) Batch 7

[X]
×