kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Perlambatan pertumbuhan ekonomi Singapura tahun ini berlanjut


Senin, 02 Januari 2012 / 04:45 WIB
ILUSTRASI. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional yang juga Kepala BNPB Doni Monardo.


Reporter: Sam Cahyadi | Editor: Test Test

SINGAPURA. Perlambatan pertumbuhan Singapura tahun ini bakal berlanjut menyusul pelemahan pada 2011. Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Hong mengatakan, pertumbuhan Singapura terhambat kondisi global yang sulit dan upaya pemerintah untuk mengurangi masuknya pekerja asing.

Dalam pesan Tahun Baru yang disampaikan Minggu (1/1) kemarin, Lee menuturkan Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura tahun lalu naik 4,8%. Pertumbuhan itu lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 5% dan pertumbuhan 2010 sebesar 14,5%.

Menurut Lee, ekonomi Singapura tahun depan akan tumbuh 1% menjadi 3%. “Persoalan utang di Eropa jauh dari penyelesaian. Tahun ini akan menjadi sulit bagi global ekonomi dan Singapura akan terpengaruh,” ujarnya.

“Berlanjutnya soft landing di China, langkah pemulihan di Amerika Serikat dan risiko penurunan Zona Euro adalah tiga faktor penting yang akan menentukan proyeksi Singapura untuk 2012,” kata Seah, ekonom DBS Group Holdings Ltd.

Seah menambahkan, pengurangan tenaga kerja asing akan membatasi pertumbuhan karena akan menaikkan biaya usaha

Menurut Seah, perkiraan pertumbuhan Lee untuk 2011 mengindikasikan kontraksi ekonomi pada kuartal keempat akan lebih mengkhawatirkan dari yang diperkirakan pelaku pasar,” katanya.




TERBARU

[X]
×