kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pertumbuhan ekonomi China berisiko tertekan akibat Covid-19 dan ketegangan dengan AS


Senin, 29 Juni 2020 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi China. via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. CHINA OUT.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat kredit S&P Global Ratings pada hari Senin menegaskan peringkat kredit negara China di 'A + / A-1' dengan prospek stabil, di tengah wabah virus corona yang sedang berlangsung.

Dikutip dari Reuters, S&P mengatakan China kemungkinan akan mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata relatif terhadap ekonomi berpenghasilan menengah lainnya dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Oil prices drop for 2nd straight session as coronavirus spike cools demand hopes

Namun, dikatakan S&P bahwa pertumbuhan kemungkinan akan mendapat tekanan dari wabah virus corona, upaya untuk merestrukturisasi ekonomi Tiongkok serta ketegangan AS-China.

"Kami memperkirakan pertumbuhan PDB riil per kapita rata-rata 5,5% per tahun pada 2021-2023, karena ekonomi pulih dari goncangan COVID-19", kata S&P, Senin.

Baca Juga: Dorong energi bersih, Macquarie bentuk joint venture bareng Enso Energy




TERBARU

[X]
×