CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Perusahaan China tawar perusahaan daging babi AS


Kamis, 30 Mei 2013 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Drakor Bulgasal: Immortal Souls, merupakan drama Korea terbaru bulan Desember yang tayang di Netflix.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

BEIJING. Perusahaan asal China, yakni Cina Shuanghui International berencana membeli perusahaan produsen daging babi Amerika Serikat (AS), Smithfield Foods senilai US$ 4,7 miliar untuk memenuhi kebutuhan daging babi di dalam negerinya.

Tak tanggung-tanggung, dalam rencananya, Shuanghui yang juga produsen daging babi terbesar di China itu akan membeli Smithfield Foods secara tunai. Jika penawaran ini disetujui, maka akan akan menjadi pengambilalihan saham terbesar perusahaan AS oleh negara pesaingnya, China.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan asal China mulai gemar melakukan akuisisi perusahaan lain di luar negeri. Namun, pemerintah AS berusaha memblokir sejumlah pembelian perusahaan potensial oleh perusahaan China, dengan alasan demi keamanan nasional.

Perlu diketahui, Smithfield Food s merupakan perusahaan yang memiliki Armour dan merek Healthy Ones. Jika Shuanghui mengakuisisinya, ada kemungkinan kedua merek tersebut bisa ekspansi penjualan ke luar negeri.

Namun, tawaran pengambilalihan perusahaan tersebut akan mendapat sorotan dari pemerintah AS. Regulator AS saat ini sedang menyoroti kasus penjualan daging tercemar yang terjadi di China.

Pada tahun 2011, produk daging babi dari Shuanghui ditemukan mengandung clenbuterol, bahan yang dilarang digunakan. Selain itu, tahun 2008 ada kasus susu bubuk tercemar yang menyebabkan enam bayi meninggal dan sekitar 300.000 jatuh sakit.

Diketahui, susu tersebut tercemar melamin, bahan kimia industri yang dilarang untuk makanan. Karena banyaknya kasus tersebut, banyak konsumen China mencari merek makanan asing, yang dipandang sebagai alternatif makanan yang lebih aman dari produk lokal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×