kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Perusahaan Periklanan Jepang Kurangi 3.400 Pekerjaan di Luar Negeri


Kamis, 14 Agustus 2025 / 23:15 WIB
ILUSTRASI. Visitors holding parasols walk along Nakamise street at the Asakusa district, a popular sightseeing spot, as the Japanese government issued a heatstroke alert in Tokyo and other prefectures due to a heatwave, in Tokyo, Japan August 5, 2025. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perusahaan periklanan asal Jepang, Dentsu Group Inc akan memangkas sekitar 3.400 pekerjaan di luar Jepang. Jumlah ini setara dengan 8% dari total karyawan mereka di pasar internasional.

Keputusan ini diambil setelah Dentsu melaporkan kerugian operasional sebesar ¥ 62 miliar sekitar US$ 424 juta pada kuartal kedua tahun ini. Kerugian ini terutama disebabkan oleh penurunan kinerja di Amerika Serikat dan Eropa, termasuk kerugian penurunan nilai sebesar ¥ 86 miliar.

Pengurangan karyawan akan difokuskan pada kantor pusat dan fungsi back-office di luar Jepang. Dentsu menyatakan langkah ini bertujuan untuk mengefisienkan operasional, tanpa mengganggu pertumbuhan dan daya saing perusahaan.

Baca Juga: China Bakal Minta BUMN Beli Properti Tak Laku Demi Bantu Krisis Properti

Dentsu juga menurunkan perkiraan kinerjanya dari sebelumnya target laba operasional ¥ 66 miliar, kini justru memperkirakan akan mengalami kerugian operasional sebesar ¥ 3,5 miliar untuk tahun ini.

Perusahaan sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk bisnis internasionalnya, termasuk kemitraan dengan pihak lain.

Meski demikian, Dentsu mengatakan bahwa mereka masih berada di jalur yang benar untuk mencapai margin operasional sebesar 16%–17% pada tahun fiskal 2027. Mereka juga berharap bisa menghemat biaya operasional tahunan sekitar ¥ 52 miliar, lebih tinggi dari target awal.


Tag


TERBARU

[X]
×