kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Perusahaan startup Amerika ramai-ramai IPO


Rabu, 09 Desember 2020 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Wall Street. REUTERS/Brendan McDermid


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah perusahaan startup di Amerika Serikat (AS) rame-rame berencana melantai di bursa saham. Target dana yang hendak dihimpun juga tak kalah main-main. 

Salah satunya DoorDash, penyedia aplikasi pengiriman makanan terbesar di AS. Dilansir dari Reuters, Rabu (9/12), perusahaan ini telah mematok harga penawaran saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) US$ 102 yang membuat valuasinya mendekati angka US$ 38 miliar. Dengan harga penawaran tersebut, DoorDash bakal meraup dana segar US$ 3,37 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun. 

IPO DoorDash yang akan digelar pekan ini akan jadi debut pasar saham AS terbesar tahun 2020. Aksi korporasi itu dilakukan perusahaan ini karena bisnis pengiriman makanan tengah mengalami lonjakan besar di tengah pandemi Covid-19. 

Baca Juga: AS beri sanksi ke pejabat China, Beijing panggil petinggi Kedutaan Amerika

DoorDash bergabung dengan perusahaan Silicon Valley besar lainnya, termasuk perusahaan perangkat software Palantir Technologiest dan Snowflake Inc, memanfaatkan reli pasar saham di paruh kedua tahun ini yang dipicu stimulus dari pemerintah dan harapan atas vaksin Covid-19. Snowflake sebelum berhasil meraup dana IPO US$ 3 miliar.

Pada kuartal III 2020, DoorDash membukukan pendapatan US$ 879 juta melonjak dari US$ 239 juta pada periode yang sama tahun lalu. Didirikan tahun 2013, perusahaan ini didukung oleh Vision Fund yakni unit investasi SoftBank Group, Sequoia Capital, dan perusahaan dana investasi pemerintah Singapura.

C3.ai, perusahaan perangkat yang didirikan oleh mantan eksekutif Oracle Corp Tom Siebel, juga akan IPO di ujung tahun ini. Menurut sumber Bloomberg, perusahaan ini telah mematok harga saham IPO sebesar US$ 42, di atas harga yang ditawarkan sebelumnya sekitar US$ 36-US$ 38.

Perusahaan yang berbasis di Kota Redwood California ini  menjual 15,5 juta saham. Dengan begitu, mereka akan mengumpulkan dana US$ 651 juta. Berdasarkan saham beredar yang terdaftar dalam arsipnya, perusahaan akan memiliki nilai pasar sekitar US$ 4 miliar pada $ 42 per saham.

Baca Juga: Pasokan daging babi melimpah, China alami penurunan harga konsumen dalam satu dekade

C3.ai sebelumnya mengatakan bahwa nama-nama pendukung besar termasuk salah satu mitranya, Microsoft Corp., akan memperoleh saham dalam penempatan pribadi sebagai bagian dari pencatatan. Dalam prospektus IPO disebutkan Spring Creek Capital, afiliasi dari Koch Industries, berencana untuk membeli  US$ 100 juta saham biasa  C3.ai. Sementara Microsoft akan membeli US$ 50 juta di antaranya dengan harga IPO.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×