Perusahaan Warren Buffett Kembali Tambah Kepemilikan di Occidental Petroleum

Selasa, 19 Juli 2022 | 09:19 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Perusahaan Warren Buffett Kembali Tambah Kepemilikan di Occidental Petroleum

ILUSTRASI. Warren Buffet pemilik Berkshire Hathaway Inc,


KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Perusahaan investasi besutan Warren Buffett, Berkshire Hathaway Inc, kembali menambah kepemilikannya di Occidental Petroleum Corp. Berkshire diketahui telah membeli 1,94 juta saham lagi dan membuatnya mendekati batas di mana perusahaan bisa mendapatkan pendapatan dari perusahaan minyak itu.

Mengutip Reuters (19/7), pembelian terbaru Berkshire dilakukan pada periode 14 Juli hingga 16 Juli silam. Untuk menambah kepemilikan di Occidental Petroleum, Berkshire merogoh kocek sekitar US$ 112 juta.

Dengan tambahan ini, Berkshire kini menguasai 19,4% saham Occidental Petroleum, dengan total nilai sekitar US$ 10,9 miliar.

Asal tahu saja, jika kepemilikan Berkshire di Occidental Petroleum mencapai 20%, maka perusahaan milik Buffeett itu dapat mencatat bagian proporsionalnya atas pendapatan Occidental yang berbasis di Houston, yang dikenal sebagai metode akuntansi ekuitas.

Baca Juga: Tambah Kepemilikan, Perusahaan Warren Buffett Kuasai 19,2% Saham Occidental Petroleum

Berkshire telah menggunakan metode ekuitas untuk perusahaan makanan kemasan Kraft Heinz Co. Mengingat, Berkshire menguasai 26,6% saham Kraft Heinz, yang dikendalikannya dari perusahaan ekuitas swasta Brasil 3G Capital.

Berdasarkan data Refinitiv, analis memprediksi, rata-rata laba bersih Occidental mencapai US$ 10,7 miliar di tahun ini.

Meskipun beberapa analis dan investor berspekulasi bahwa Berkshire pada akhirnya dapat membeli semua saham Occidental, Berkshire dapat berpendapat bahwa akuntansinya harus tetap tidak berubah karena sahamnya pasif.

Berkshire juga memiliki US$ 10 miliar saham preferen Occidental, dan memiliki waran untuk membeli 83,9 juta saham biasa tambahan senilai US$ 5 miliar.

Sebagai informasi, harga saham Occidental naik lebih dari dua kali lipat tahun ini, diuntungkan oleh kenaikan harga minyak menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru