CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Pesanan Mesin Inti Jepang di Februari 2022 Turun untuk Bulan Kedua


Rabu, 13 April 2022 / 07:36 WIB
Pesanan Mesin Inti Jepang di Februari 2022 Turun untuk Bulan Kedua
ILUSTRASI. Manufaktur Jepang


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pesanan mesin inti Jepang turun lebih dari yang diperkirakan pada Februari 2022. Ini memperpanjang penurunan untuk bulan kedua, karena perusahaan menahan investasi di tengah tekanan pada keuntungan yang disebabkan oleh kenaikan biaya energi dan bahan baku.

Rabu (13/4), data Kantor Kabinet melaporkan, pesanan mesin inti bulan Februari 2022, indikator utama belanja modal yang sangat fluktuatif dalam enam hingga sembilan bulan mendatang, turun 9,8% dibanding bulan sebelumnya.

Realisasi tersebut jauh dari proyeksi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, dengan penurunan 1,5% dan mengikuti penurunan pada Januari 2022 yang sebesar 2,0%.

Pemerintah menurunkan penilaiannya atas pesanan mesin, dengan mengatakan pemulihan terhenti.

Baca Juga: Pertama Kali Sejak 2017, AS Kirim Kapal Induk ke Semenanjung Korea

Dalam basis year on year (yoy), pesanan inti naik 4,3% pada Februari. Data tersebut menunjukkan bahwa  realisasi itu jauh lebih rendah dari kenaikan 14,5% yang diharapkan oleh para ekonom.

Sebenarnya hal tersebut sudah dapat diprediksi karena berdasarkan survei Bank of Japan, gangguan pasokan dan melonjaknya biaya produksi, kepercayaan bisnis Jepang memburuk pada kuartal pertama untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun.

Manajer perusahaan besar Jepang memperkirakan prospek pemulihan jangka pendek akan tetap tipis, di tengah ketidakpastian seperti krisis Ukraina dan dampaknya terhadap inflasi komoditas, jajak pendapat Reuters menunjukkan pada hari Rabu.

Para ekonom telah memangkas proyeksi untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia, mengingat meningkatnya tekanan inflasi pada rumah tangga dan bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×