kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Pesawat ditembak rudal, warga Iran unjuk rasa tuntut Pemimpin Iran mundur


Minggu, 12 Januari 2020 / 07:17 WIB
Pesawat ditembak rudal, warga Iran unjuk rasa tuntut Pemimpin Iran mundur
ILUSTRASI. Pesawat Ukraina yang jatuh ditembak rudal Iran. Sekelompok warga Iran melakukan unjuk rasa menuntut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur.

Sumber: Al Jazeera | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Sekelompok warga Iran melakukan unjuk rasa menuntut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur setelah Iran mengakui militernya secara keliru menembak jatuh sebuah pesawat sipil Ukraina dan menewaskan semua 176 orang penumpangnya.

"Panglima Tertinggi (Khamenei) mengundurkan diri, mengundurkan diri," demikian video yang diposting di Twitter yang menunjukkan ratusan orang berteriak di depan Universitas Amir Kabir di Teheran pada Sabtu (11/1) seperti dilaporkan Al Jazeera.

Baca Juga: Ini penguasa baru Oman pengganti Sultan Qaboos yang mangkat

Komentar yang lain di Twitter bertanya mengapa pesawat diizinkan lepas landas ketika ketegangan di Iran begitu tinggi.

Kantor berita Iran Fars melaporkan, polisi Iran membubarkan para siswa yang meneriakkan slogan-slogan "radikal" selama unjuk ras di Teheran.

Para siswa meneriakkan slogan-slogan yang mengecam "pembohong" dan menuntut pengunduran diri dan menuntut mereka yang bertanggung jawab terhadap jatuhnya pesawat Ukraina itu dan yang diduga menutupi tindakan kecelakaan tersebut.

Fars melaporkan para mahasiswa yang memprotes meneriakkan slogan-slogan "destruktif" dan "radikal".

Baca Juga: Iran memberikan penjelasan lengkap setelah mengakui menembak jatuh pesawat Ukraina

Sebelumnya pada Sabtu (11/1), Iran mengakui militernya telah menembak jatuh pesawat Ukraina dan menyebut itu sebagai "kesalahan besar".

Militer Iran mengklaim pertahanan udara ditembakkan secara keliru selama peringatan yang diberlakukan setelah rudal Iran menyerang sasaran AS di Irak.




TERBARU

[X]
×