Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Peso Filipina tercatat mengalami pelemahan paling signifikan di antara mata uang Asia pada perdagangan Senin (6/4/2026), meski pergerakan mata uang regional lainnya relatif tenang terhadap dolar AS.
Baca Juga: Presiden Korea Selatan Lee Sampaikan Penyesalan ke Korea Utara atas Pelanggaran Drone
Melansir Reuters, per pukul 02:08 GMT, data menunjukkan nilai tukar terhadap dolar AS sebagai berikut:
- Yen Jepang: 159,620 (turun 0,04%)
- Dolar Singapura: 1,286 (naik 0,02%)
- Dolar Taiwan: 31,972 (turun tipis)
- Won Korea Selatan: 1.509,00 (naik 0,16%)
- Baht Thailand: 32,680 (stabil)
- Peso Filipina: 60,518 (turun 0,58%)
- Rupiah Indonesia: 16.990 (stabil)
- Rupee India: 93,100 (stabil)
- Ringgit Malaysia: 4,032 (turun 0,10%)
- Yuan Tiongkok: 6,886 (turun tipis)
Baca Juga: Perang Iran Berlanjut, Pemerintah Korea Selatan Kaji Penambahan Anggaran Stimulus
Jika dilihat dari awal tahun 2026, beberapa mata uang Asia utama juga menunjukkan perubahan signifikan:
- Yen Jepang melemah 1,86%
- Dolar Taiwan turun 1,67%
- Won Korea Selatan melemah 4,61%
- Baht Thailand turun 3,76%
- Peso Filipina melemah 2,84%
- Rupiah Indonesia turun 1,88%
- Rupee India turun 3,47%
- Ringgit Malaysia menguat 0,60%
- Yuan Tiongkok menguat 1,48%
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Naik 1% Senin (6/4) Pagi, Fokus pada Potensi Kesepakatan Iran
Melemahnya peso Filipina menunjukkan tekanan terhadap mata uang yang sensitif terhadap sentimen global dan risiko geopolitik. Sementara sebagian besar mata uang Asia lainnya bergerak relatif stabil di tengah volatilitas global yang moderat.













