kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Petani bawang putih AS diuntungkan akibat perang dagang dengan China


Selasa, 21 Mei 2019 / 15:52 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - GILROY, CALIFORNIA. Tidak seperti jutaan petani Amerika Serikat (AS) lainnya, petani bawang putih mendapat untung dari perang dagang antara AS dengan China. Karena itu mereka mendukung serangan ekonomi terbaru dari Presiden Donald Trump.

Penjualan bawang putih yang ditanam di California kini meningkat setelah puluhan tahun kehilangan pasar karena kalah bersaing dari produk impor asal China yang lebih murah. Penjualan menjadi lebih baik karena bawang putih dari China menghadapi tarif yang lebih tinggi.

"Di dunia yang sempurna, kami senang melihat tarif tetap berlaku selamanya," kata Ken Christopher, Executive Vice President of family owned Christopher Ranch, produsen bawang putih komersial terbesar ketiga di Amerika Serikat.

Petani bawang putih AS diuntungkan karena mereka sangat bergantung pada penjualan domestik. Tarif bawang putih China meningkat dari 10% menjadi 25% pada 9 Mei, ketika AS menaikkan tarif US$ 200 miliar barang-barang China dan memupus harapan kesepakatan perdagangan AS-China bisa segera terselesaikan.

Tercatat, penjualan bawang putih domestik naik 15% pada kuartal terakhir 2018 setelah AS menerapkan tarif 10% pada impor bawang putih Cina di bulan September. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×