kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.520   138,00   0,84%
  • IDX 7.840   -112,27   -1,41%
  • KOMPAS100 1.092   -13,82   -1,25%
  • LQ45 801   -10,98   -1,35%
  • ISSI 265   -3,03   -1,13%
  • IDX30 415   -6,35   -1,51%
  • IDXHIDIV20 482   -6,59   -1,35%
  • IDX80 121   -1,85   -1,51%
  • IDXV30 130   -2,10   -1,59%
  • IDXQ30 134   -2,05   -1,51%

Petinggi The Fed Dorong Pemotongan Suku Bunga September, Berlanjut 3-6 Bulan ke Depan


Jumat, 29 Agustus 2025 / 10:39 WIB
Petinggi The Fed Dorong Pemotongan Suku Bunga September, Berlanjut 3-6 Bulan ke Depan
ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve Board di Constitution Avenue di Washington, AS, 19 Maret 2019. REUTERS/Leah Millis


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan dukungannya agar bank sentral AS mulai memangkas suku bunga acuan pada pertemuan 16-17 September mendatang.

Ia menilai pelonggaran kebijakan moneter perlu dilakukan lebih cepat guna mencegah pelemahan ekonomi yang lebih tajam.

“Berdasarkan data saat ini, saya akan mendukung pemangkasan 25 basis poin pada September,” ujar Waller dalam pidatonya di Economic Club of Miami, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga: Trump Siapkan 11 Kandidat Pengganti Powell, Tiga Diantaranya Ramah Terhadap Kripto

Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja mulai melemah dan berisiko memburuk lebih cepat jika The Fed menunggu terlalu lama.

Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif agar kebijakan moneter tidak tertinggal dari dinamika ekonomi.

Waller memperkirakan tingkat suku bunga netral berada di kisaran 3%, atau sekitar 1,25–1,50 poin persentase di bawah level saat ini yang masih bertahan pada 4,25%–4,50%.

“Waktunya telah tiba untuk melonggarkan kebijakan moneter dan mengarahkannya kembali ke posisi netral,” tegasnya.

Meski begitu, ia menegaskan pemangkasan September kemungkinan cukup 25 bps, kecuali laporan ketenagakerjaan AS bulan Agustus yang akan dirilis pekan depan menunjukkan pelemahan yang jauh lebih dalam.

Baca Juga: Kata Pejabat ECB: Serangan Trump terhadap Independensi The Fed Picu Risiko Global

Lebih lanjut, Waller mengisyaratkan langkah pemangkasan tidak berhenti di September.

“Saya mengantisipasi akan ada pemangkasan tambahan dalam 3–6 bulan ke depan. Kecepatan pemangkasan akan sangat ditentukan oleh data yang masuk,” katanya.

Ia juga menyinggung dampak tarif impor tinggi yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump.

Menurutnya, tekanan inflasi akibat tarif tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dan akan mereda pada akhir tahun atau awal tahun depan.

Waller, bersama Gubernur Fed Michelle Bowman, sebelumnya sempat berbeda pandangan dengan mayoritas pejabat Fed pada pertemuan Juli lalu. Keduanya mendorong pemangkasan suku bunga lebih dini karena khawatir pasar tenaga kerja terus melemah.

Baca Juga: Siapa Lisa Cook? Intip Profil Gubernur The Fed yang Dipecat Donald Trump

Konteks politik turut membayangi keputusan moneter. Trump pekan ini memecat Gubernur Fed Lisa Cook dengan tuduhan dugaan penipuan hipotek, tuduhan yang dibantah Cook dan kini tengah digugat secara hukum.

Trump juga disebut mempertimbangkan Waller dan Bowman sebagai kandidat pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir Mei tahun depan.

Meski begitu, Powell pekan lalu memberi sinyal sejalan dengan pandangan Waller. Ia mengakui pertumbuhan lapangan kerja menurun tajam menjadi rata-rata 35.000 per bulan sejak Mei, meski tingkat pengangguran masih bertahan di 4,2%.

“Risiko pelemahan pasar tenaga kerja dapat menjadi alasan untuk lebih berhati-hati menyesuaikan kebijakan,” kata Powell.

Dengan inflasi yang kini mendekati target 2% dan ekspektasi jangka panjang yang tetap terjaga, Waller semakin yakin The Fed sebaiknya mulai memangkas suku bunga lebih cepat, sembari menyesuaikan langkah berikutnya sesuai perkembangan data ekonomi.

Selanjutnya: Demo Ricuh di Jakarta Menelan Korban, Pramono Anung Imbau Warga Menahan Diri

Menarik Dibaca: Promo JSM Indomaret Periode 29-31 Agustus 2025, Pepsodent-Frisian Flag Diskon 25%




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×