Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. GSK Inggris dan Shionogi Jepang mengumumkan, Selasa (20/1/2026), Pfizer akan keluar dari ViiV Healthcare, perusahaan spesialis HIV. Nilai kesepakatan tersebut mencapai US$ 1,9 miliar.
Sebelumnya, ViiV Healthcare merupakan patungan dari GSK, Shionogi dan Pfizer. Dengan demikian, aksi ini akan melipatgandakan kepemilikan saham Shionogi dalam usaha patungan tersebut.
Shionogi akan membayar US$ 2,13 miliar untuk saham yang baru diterbitkan. Porsi saham Shionogi di ViiV Healthcare akan meningkat menjadi 21,7% dari sebelumnya 10%. Sementara GSK mempertahankan kepemilikan mayoritasnya sebesar 78,3% di perusahaan HIV global tersebut.
Baca Juga: Bes Trust Lepas Saham CBRE, Porsi Kepemilikan Andry Hakim Bertambah
Pada Desember lalu, Pfizer telah memperingatkan beberapa tahun ke depan, dimulai dari 2026, akan menjadi tahun penuh tantangan. Alasannya, penurunan penjualan vaksin dan pengobatan COVID-19, pemotongan harga yang dijanjikan kepada pemerintah AS, dan berakhirnya paten pada obat-obatan utama.
Chairman ViiV Healthcare David Redfern mengatakan, kesepakatan ini menyederhanakan struktur pemegang saham dan memungkinkan perusahaan melanjutkan kolaborasi dengan Shionogi untuk memajukan pengobatan dan pencegahan HIV suntik jangka panjang.
Pfizer akan menerima US$ 1,88 miliar untuk kepemilikan sahamnya sebesar 11,7%. GSK akan mendapatkan dividen khusus sebesar US$ 250 juta.
Baca Juga: Sahamnya Melejit, Pemegang Saham Mayoritas Terus Lepas Saham INDX Tiap Bulan
GSK mendirikan ViiV Healthcare bersama Pfizer pada tahun 2009. Lalu Shionogi bergabung sebagai pemegang saham pada tahun 2012.
Transaksi ini tunduk pada persetujuan peraturan dan diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama tahun ini, kata perusahaan-perusahaan tersebut.













