kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pinjaman Abu Dhabi untuk energi baru


Selasa, 20 Januari 2015 / 09:43 WIB
ILUSTRASI. PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar US$ 30 juta


Sumber: Channel News Asia | Editor: Hendra Gunawan

ABU DHABI. Abu Dhabi Fund menyediakan pinjaman lunak senilai US$ 57 juta untuk proyek-proyek energi bersih di lima negara berkembang. Pinjaman tersebut diumumkan bersama-sama dalam sebuah konferensi pers dengan International Renewable Energy Agency (IRENA) atawa Badan Energi Terbarukan Internasional.

Sheikdoms terkaya di wilayah Uni Emirat Arab tersebut berkomitmen untuk memberikan pinjaman lunak hingga US$ 350 juta kepada negara berkembang selama tujuh tahun. 

"Energi terbarukan menawarkan prospek yang bersih, listrik terjangkau untuk 1,3 miliar orang," ujar Adnan Amin, Direktur Jenderal IRENA seperti dikutip ChannelNewsAsia.

Adapun negara-negara yang menikmati pinjaman dari Abu Dhabi Fund adalah Ekuador, Mali, Mauritania, Samoa dan Sierra Lonne. Pemerintah Abu Dhabi terobsesi mengembangkan energi baru terbarukan.

Pada Maret 2014, Abu Dhabi membangun pembangkit tenaga matahari terbesar di dunia yang mampu mengaliri listrik untuk 20.000 unit rumah.




TERBARU

[X]
×