kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.320
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

PLTN pertama di jazirah Arab berdiri di Uni Emirat Arab

Selasa, 27 Maret 2018 / 07:07 WIB

PLTN pertama di jazirah Arab berdiri di Uni Emirat Arab
ILUSTRASI. Negara Dengan Reklamasi Pantai Tertua di Dunia - Uni Emirate Arab (Palm Islands)

KONTAN.CO.ID - ABU DHABI. Uni Emirat Arab (UEA), dengan bantuan dari Korea Electric Power Corp, menyelesaikan pembangunan reaktor nuklir komersial pertama di dunia Arab. Ini merupakan sebuah tonggak dalam upaya UEA yang kaya minyak untuk mengekang ketergantungannya pada bahan bakar fosil dan mengembangkan sumber energi yang lebih bersih.

Mengutip Bloomberg, Senin (26/3), Unit 1 dari kompleks Barakah berencana untuk mulai memuat bahan bakar pada bulan Mei 2018. Peresmian unit pertama ini dihadiri oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in.

Tidak jelas kapan Unit 1 Barakah akan mulai menghasilkan tenaga. Yang jelas, "Otoritas federal untuk regulasi nuklir UEA atau The Federal Authority for Nuclear Regulation (FANR) akan mengeluarkan lisensi operasi untuk Unit Barakah 1 dan 2 ketika operator memenuhi semua persyaratan peraturan," kata Christer Viktorsson, Direktur Jenderal FANR, dilansir dari Bloomberg.

Unit 1 Barakah adalah yang unit pertama dari empat pembangkit nuklir yang dibangun UEA. Negara penghasil 6% cadangan minyak dunia ini menargetkan keempatnya sudah beroperasi penuh tahun 2021 mendatang. Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei mengatakan pada bulan September 2017 lalu  bahwa pihaknya sudah mencanangkan target ambisius ini demi mengurangi ketergantungan UEA pada minyak.

Keempat pembangkit ini diperkirakan menelan biaya US$ 25 miliar dan akan mampu menghasilkan daya 5.600 megawatt atau 5,6 gigawatt.

Chief Executive Officer (CEO) Emirates Nuclear Energy Corp. (ENEC), Mohamed Al Hammadi mengungkapkan, Korea Electric dan ENEC adalah mitra dalam usaha yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan dan memelihara kompleks empat pembangkit ini.

Pemerintah UEA sendiri berharap empat pembangkit ini akan mampu berkontribusi terhadap 25% kebutuhan listrik UEA.


Reporter: Agung Jatmiko
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0047 || diagnostic_api_kanan = 0.1726 || diagnostic_web = 0.5995

Close [X]
×