kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.125   -77,00   -0,42%
  • IDX 5.149   -133,31   -2,52%
  • KOMPAS100 666   -19,88   -2,90%
  • LQ45 524   -15,24   -2,83%
  • ISSI 172   -4,33   -2,45%
  • IDX30 295   -8,38   -2,77%
  • IDXHIDIV20 396   -9,86   -2,43%
  • IDX80 77   -2,24   -2,83%
  • IDXV30 109   -2,49   -2,22%
  • IDXQ30 99   -2,62   -2,57%

PM Prancis: Jika indikator buruk, penguncian tidak dicabut pada 11 Mei


Selasa, 28 April 2020 / 23:45 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PARIS. Perdana Menteri Edouard Philippe pada Selasa (28/4) menegaskan, Prancis tidak akan mengakhiri penguncian secara nasional, kecuali jumlah kasus baru virus corona turun di bawah 3.000 per hari.

"Penguncian yang dicabut pada 11 Mei tergantung pada kasus-kasus baru turun di bawah 3.000 sehari. Jika indikatornya buruk, penguncian tidak akan dicabut pada 11 Mei," tegasnya kepada Parlemen Prancis, seperti dikutip Reuters.

Jumlah kasus baru virus corona terkonfirmasi di Prancis turun di bawah 3.000 pada 15 April. Dalam dua minggu terakhir, jumlah kasus baru per hari di negeri Menara Eiffel rata-rata sekitar 2.162 per hari.

Baca Juga: Meski dapat kecaman, PM Italia tetap buka kuncian corona bertahap

Memang, Philippe mengatakan, kebijakan penguncian sebagai tanggapan atas pandemi Covid-19 telah menyelamatkan 62.000 jiwa dalam sebulan, tapi mempertahankan pembatasan itu akan berarti risiko keruntuhan ekonomi.

Karena itu, dia menyebutkan, sudah waktunya untuk menjelaskan kepada masyarakat Prancis, bagaimana penguncian secara bertahap akan berkurang. Warga Prancis harus belajar hidup dengan virus dan melindungi diri mereka sendiri.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×