kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

PM Prancis: Jika indikator buruk, penguncian tidak dicabut pada 11 Mei


Selasa, 28 April 2020 / 23:45 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Tapi, Prancis tetap harus berhati-hati dalam membuka kunci untuk mengurangi risiko gelombang kedua infeksi virus corona.

"Risiko gelombang kedua, yang akan menyerang rumahsakit yang melemah, yang akan memaksakan pengurungan kembali, yang akan merusak upaya dan pengorbanan yang dilakukan selama delapan minggu terakhir, adalah risiko serius, risiko serius yang harus diambil," tegas Philippe.

Baca Juga: Melonjak, Rusia catat rekor harian tertinggi kasus dan kematian akibat corona

Hanya, Philippe menambahkan murid sekolah menengah Prancis akan kembali ke sekolah bulan depan tapi wajib memakai masker. Sementara siswa sekolah dasar tidak harus menggunakan masker.

Sekolah dasar bisa buka kembali mulai 11 Mei, dan sekolah menengah atas secara bertahap akan buka kembali mulai 18 Mei. "Pelajaran hanya akan dilanjutkan jika tidak ada lebih dari 15 siswa yang hadir di kelas pada satu waktu," ujarnya.




TERBARU

[X]
×