Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Honda Motor melaporkan penurunan laba operasional lebih dari 60% pada kuartal ketiga tahun fiskal berjalan.
Penurunan tajam ini dipicu oleh dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) serta memburuknya kondisi pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Dalam pernyataan pada Selasa (10/2/2026), Honda menyebut laba operasional kuartal ketiga turun 61,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Macron: Eropa Harus Bersiap Hadapi Konflik Baru dengan Amerika Serikat
Ini menjadi penurunan tahunan (YoY) keempat secara berturut-turut bagi produsen mobil terbesar kedua Jepang setelah Toyota Motor tersebut.
Honda membukukan laba operasional sebesar 153,4 miliar yen (sekitar US$987 juta) untuk periode tersebut.
Angka ini berada di bawah perkiraan rata-rata 174,5 miliar yen dari sembilan analis yang disurvei oleh LSEG.
Perusahaan menjelaskan bahwa bisnis otomotifnya mencatat rugi operasional selama sembilan bulan hingga akhir Desember.
Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah biaya satu kali (one-off costs) yang berkaitan dengan bisnis EV, termasuk penurunan nilai aset dan peninjauan ulang lini produk, di samping dampak tarif impor AS.
Wakil Presiden Eksekutif Honda, Noriya Kaihara, mengatakan perusahaan perlu meningkatkan daya saing melalui restrukturisasi strategi secara fundamental.
Langkah tersebut dinilai penting di tengah semakin ketatnya persaingan global, termasuk dari kemunculan produsen mobil baru.
Baca Juga: Barry Callebaut Pilih Singapura Sebagai Pusat Inovasi Cokelat Global
Di sisi lain, Honda menyebut bisnis sepeda motornya tetap menunjukkan kinerja yang kuat.
Penjualan global, terutama yang didorong oleh pasar India dan Brasil, membantu menahan dampak pelemahan pada bisnis otomotif.
Meski kinerja kuartalan melemah, Honda mempertahankan proyeksi laba operasional untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026 sebesar 550 miliar yen.













