kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

PMI Manufaktur Tiongkok Kontraksi di Agustus 2025


Minggu, 31 Agustus 2025 / 21:10 WIB
PMI Manufaktur Tiongkok Kontraksi di Agustus 2025
ILUSTRASI. A person walks past the headquarters of the People's Bank of China, in Beijing, China May 7, 2025. REUTERS/Tingshu Wang


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pabrik Tiongkok masih terkontraksi pada bulan Agustus, karena tindakan keras pemerintah terhadap perang harga menghambat produksi dan mengimbangi dorongan bagi produsen akibat gencatan senjata perdagangan AS yang diperpanjang.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur Tingkok berada di angka 49,4, dibandingkan dengan 49,3 pada bulan Juli, menurut Biro Statistik Nasional
pada hari Minggu. 

Seperti dikutip Bloomberg, Minggu (31/8), estimasi median ekonom yang disurvei Bloomberg adalah 49,5. Angka di bawah 50 atau menunjukkan kontraksi.

Indeks aktivitas non-manufaktur di sektor konstruksi dan jasa naik menjadi 50,3 dari 50,1 bulan lalu, menurut badan statistik. Perkiraan sebelumnya adalah 50,2.

Baca Juga: RI Ketiban Untung, Investor Tiongkok Incar Indonesia untuk Hindari Tarif AS

Kemerosotan sektor pabrik selama berbulan-bulan telah memicu perlambatan ekonomi, yang melemah tajam pada bulan Juli, meskipun hubungan dagang dengan AS terus stabil setelah Presiden Donald Trump memperpanjang penangguhan tarif yang lebih tinggi untuk barang-barang Tiongkok selama 90 hari lagi, hingga awal November. 

Cuaca ekstrem telah mengganggu konstruksi dan perjalanan, dan memburuknya penurunan pasar perumahan telah memberikan hambatan tambahan pada aktivitas tersebut .

Kampanye pemerintah untuk mengekang kelebihan kapasitas di dalam negeri semakin memperparah dampak tarif. Pemerintah daerah membatasi investasi baru di industri yang terdampak persaingan ketat. Sementara para pejabat menangani praktik-praktik yang mereka tuduh telah menguras laba dan memicu deflasi di Tiongkok.

Selanjutnya: Demo Makin Meluas, Aprindo Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying

Menarik Dibaca: Ini KA Jarak Jauh yang Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara hingga 2 September




TERBARU

[X]
×