Pola semburan gelombang radio misterius dari luar angkasa terdeteksi, apa artinya?

Selasa, 09 Juni 2020 | 15:27 WIB Sumber: CNN
Pola semburan gelombang radio misterius dari luar angkasa terdeteksi, apa artinya?

ILUSTRASI. Untuk kedua kalinya, para astronom telah mendeteksi pola ledakan gelombang radio cepat yang misterius dari luar angkasa.


KONTAN.CO.ID - MANCHESTER. Untuk kedua kalinya, para astronom telah mendeteksi pola semburan gelombang radio cepat yang misterius dari luar angkasa.

CNN melaporkan, semburan gelombang radio cepat atau fast radio bursts (FRB) adalah semburan gelombang radio yang panjangnya milidetik.

Para astronom belum menentukan penyebab sebenarnya dari semburan gelombang radio tersebut.

Baca Juga: Para astronom menemukan lubang hitam terdekat dari Planet Bumi

Setiap ledakan gelombang radio dipancarkan satu kali dan tidak diulang. Tetapi semburan radio cepat yang berulang diketahui mengirimkan gelombang radio pendek dan energik beberapa kali.

Pengamatan sebelumnya menunjukkan bahwa biasanya ketika semburan radio berulang, itu sporadis atau dalam sebuah klaster.

Namun, itu semua berubah di awal tahun ini ketika para astronom menemukan FRB 180916.J0158 + 65 memiliki pola semburan yang terjadi setiap 16,35 hari. Selama empat hari, sinyal akan melepaskan satu atau dua ledakan setiap jam. Kemudian, itu akan diam selama 12 hari.

Sekarang, astronom telah mendeteksi pola dalam ledakan radio cepat berulang yang kedua, dan dikenal sebagai FRB 121102. Selama pola siklus ini, ledakan radio dipancarkan selama jendela 90 hari, diikuti oleh periode diam 67 hari. Pola ini berulang setiap 157 hari.

FRB 121102 telah dikenal sebagai ledakan radio cepat berulang sejak 2016. Sekarang, astronom tahu bahwa itu memiliki pola.

"Sampai sekarang, hanya satu FRB berulang yang diketahui menunjukkan pola seperti itu dalam aktivitasnya," kata Kaustubh Rajwade, penulis studi utama dan peneliti postdoctoral dalam astronomi di University of Manchester, dalam sebuah email.

"Menemukan pola seperti itu mengungkapkan petunjuk penting tentang apa yang bisa menjadi nenek moyang FRB. Sebuah periodisitas memberitahu kita bahwa objek yang menghasilkan FRB mungkin dalam orbit dengan benda astrofisika lainnya," jelasnya.

Baca Juga: Wow! Astronom Chili temukan bintang menari sesuai teori Einstein yang berusia seabad

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru