Para astronom menemukan lubang hitam terdekat dari Planet Bumi

Jumat, 08 Mei 2020 | 13:02 WIB Sumber: Kompas.com
Para astronom menemukan lubang hitam terdekat dari Planet Bumi

ILUSTRASI. The collision of two black holes—an event detected for the first time ever by the Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory, or LIGO—is seen in this still from a computer simulation. Courtesy of SXS Project/California Institute of Technology/Han


KONTAN.CO.ID -  Para astronom baru saja menemukan lubang hitam yang diperkirakan terdekat dengan Bumi. Lingkungan kosmiknya bahkan bisa dilihat pada malam hari tanpa menggunakan teleskop.

Lubang hitam yang berada sejauh 1.000 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang selatan Telescopium itu, milik sebuah sistem dengan dua buah bintang pendamping yang cukup terang untuk bisa diamati dengan mata telanjang.

Kendati demikian, lubang hitamnya sendiri tetap tak dapat dilihat, karena kekuatan gravitasi yang kuat membuat tak ada satu pun cahaya yang dapat menghindarinya.

Baca Juga: Warren Buffett pegang tunai Rp 2.000 triliun, tapi tak masuk pasar karena alasan ini

Dilansir dari Live Science, Rabu (6/5/2020); para astronom menemukan lubang hitam ini ketika mempelajari suatu objek yang mereka pikir hanyalah sistem bintang biner atau dua bintang yang mengorbit pusat massa yang sama.

Mereka menggunakan teleskop 2,2 meter MPG/ESO yang berada di Observatorium La Silla, Chili, untuk mengamati biner yang dikenal sebagai HR 6819, sebagai bagian dari studi yang lebih luas pada sistem bintang ganda.

Namun, ketika menganalisis pengamatan tersebut, para peneliti terkejut ketika mengetahui adanya objek ketiga yang tersembunyi di dalam sistem lubang hitam.

Meskipun para astronom tidak dapat secara langsung mengamati lubang hitam, mereka dapat menyimpulkan keberadaan lubang hitam berdasarkan interaksi gravitasinya dengan dua objek lainnya dalam sistem.

Baca Juga: Cara putra Warren Buffett habiskan US$ 90.000 saham Berkshire yang kini US$ 200 juta

Dengan mengamati sistem selama beberapa bulan, mereka dapat memetakan orbit bintang-bintang dan mengetahui bahwa objek besar lain yang tak terlihat berada dalam sebuah sistem.

Pengamatan juga menunjukkan bahwa salah satu dari dua bintang mengorbit objek yang tak terlihat setiap 40 hari, sedangkan bintang lainnya diam sendiri di tempatnya dengan jarak jauh dari lubang hitam.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru