Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - LISBON. Portugal menyatakan dukungannya terhadap rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan di Eropa untuk membantu Ukraina. Namun, Portugal juga memahami kekhawatiran Belgia yang meminta adanya jaminan dari seluruh negara anggota Uni Eropa (UE) untuk menanggung potensi risiko finansial dan hukum.
Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel mengatakan, negaranya tidak akan menjadi penghalang terhadap penggunaan aset Rusia yang saat ini dibekukan di Eropa.
Sebagian besar aset Rusia yang dibekukan, dengan nilai sekitar €200 miliar atau setara US$232,54 miliar, disimpan di lembaga kliring berbasis Brussels, Euroclear. Kondisi tersebut membuat Belgia berada di pusat perdebatan mengenai kemungkinan pemanfaatan aset tersebut untuk mendukung Ukraina.
Komisi Eropa sebelumnya telah mengusulkan penggunaan aset Rusia yang dibekukan sebagai penjamin pinjaman bagi Ukraina. Namun, Belgia menolak rencana tersebut karena menilai belum terdapat jaminan yang memadai untuk menghadapi potensi gugatan hukum maupun tuntutan kompensasi dari Rusia.
Belgia juga meminta agar risiko yang muncul dari penggunaan aset tersebut ditanggung secara bersama oleh seluruh negara anggota Uni Eropa.
Baca Juga: AS Perketat Sanksi Iran, Bidik Jaringan Hezbollah dan Proksi Teheran
"Portugal mendukung dan tidak akan pernah menjadi penghalang penggunaan €200 miliar tersebut," kata Rangel dalam rapat komite parlemen pada Kamis malam.
Rangel menambahkan, apabila tercapai konsensus di tingkat Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan tersebut, Portugal akan mengikuti keputusan bersama tersebut.
Meski demikian, Rangel mengakui bahwa kekhawatiran Belgia serta tuntutannya agar tersedia jaminan bersama dari seluruh anggota UE merupakan hal yang relevan.
"Kekhawatiran Belgia dan seruannya untuk mendapatkan jaminan dari seluruh Uni Eropa benar-benar relevan," ujarnya.
Menurut Rangel, skema yang membuat Belgia menanggung porsi risiko hukum atau finansial yang tidak proporsional dapat berdampak terhadap kredibilitas negara tersebut di pasar internasional.
Rangel berharap negara-negara anggota UE dapat menemukan solusi yang konstruktif untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam memberikan jaminan kepada Belgia.
Baca Juga: Israel Hancurkan Infrastruktur Bawah Tanah Hezbollah di Lebanon Selatan
Ia menjelaskan, beberapa negara anggota UE masih meminta kejelasan lebih lanjut mengenai kerangka keuangan sebelum menyepakati mekanisme jaminan bersama.
"Saya berharap kita dapat menemukan solusi yang sangat konstruktif," kata Rangel.
Perdebatan mengenai aset Rusia yang dibekukan menjadi salah satu isu penting dalam dukungan finansial Eropa terhadap Ukraina. Kesepakatan mengenai mekanisme penggunaan aset tersebut harus mempertimbangkan potensi risiko hukum dan finansial yang dapat muncul bagi negara-negara anggota UE.














