CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Portugal menemukan 13 kasus varian Omicron di klub sepak bola Lisbon


Senin, 29 November 2021 / 17:16 WIB
Portugal menemukan 13 kasus varian Omicron di klub sepak bola Lisbon
ILUSTRASI. Corona di Portugal. REUTERS/Pedro Nunes


Sumber: Channelnewsasia.com,Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - LISBON. Portugal mendeteksi 13 kasus varian Omicron dari virus corona pada Senin, semuanya melibatkan pemain dan anggota staf klub sepak bola Lisbon Belenenses, setelah satu pemain baru saja kembali dari Afrika Selatan, kata otoritas kesehatan DGS. Varian baru ditemukan setelah Belenenses memainkan pertandingan Primeira Liga melawan Benfica pada Sabtu.

Pertandingan dimulai dengan hanya sembilan pemain Belenenses di lapangan karena anggota skuat lainnya diisolasi dan hanya tujuh yang kembali ke lapangan setelah turun minum. Pertandingan dihentikan dua menit memasuki babak kedua dengan Benfica memimpin 7-0.

"Kami semua diisolasi kecuali tim yunior yang tidak bermain pada Sabtu, 44 orang diisolasi di rumah," kata juru bicara klub, Senin.

"Dua atau tiga pemain dan dua atau tiga staf memiliki gejala, tetapi tidak ada yang terlalu serius, sisanya tidak menunjukkan gejala. Semua orang menunggu untuk mengulang tes, segera setelah otoritas kesehatan mengizinkannya," tambahnya.

Baca Juga: Peringatan terbaru WHO: Risiko global terkait varian Omicron sangat tinggi

Presiden Benfica dan Belenenses mengatakan pada konferensi pers pada hari Sabtu bahwa mereka tidak punya pilihan selain memainkan pertandingan atau berisiko dihukum karena "ketidakhadiran yang tidak dapat dibenarkan". Mereka menyalahkan liga dan DGS karena tidak membiarkan pertandingan ditunda.

Bek Belenenses Cafu Phete dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali ke Portugal pekan lalu dari tugas internasional di Afrika Selatan.

DGS mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tidak mengomentari pertandingan sepak bola. Seorang juru bicara DGS mengatakan bukan wewenang kesehatan untuk menunda pertandingan tetapi untuk menilai situasi COVID-19 dan menerapkan langkah-langkah, seperti isolasi diri, untuk menghentikan penyebaran penyakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×