Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Prancis dan Jerman mendorong Uni Eropa (UE) memperkuat pertahanan ekonominya dengan menyiapkan instrumen baru untuk membalas negara yang dinilai merugikan kepentingan ekonomi blok tersebut. China berpotensi menjadi salah satu sasaran utama kebijakan ini.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan usulan tersebut melalui surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Usulan itu disampaikan sekitar 10 hari sebelum para pemimpin UE membahas ketidakseimbangan perdagangan dengan China dalam pertemuan di Brussels.
Melansir laporan Reuters (6/10), Macron dan Merz menilai praktik pasar yang mendistorsi persaingan secara sistemik mulai mengancam ekonomi dan basis industri Eropa. Karena itu, UE dinilai membutuhkan respons yang lebih cepat dan efektif untuk menghadapi risiko tersebut.
Komisi Eropa menyambut baik surat dan dokumen usulan Prancis-Jerman tersebut. Komisi menilai usulan itu dapat menjadi bahan penting dalam pembahasan mengenai risiko geoekonomi dan ketidakseimbangan perdagangan global.
Instrumen baru yang diusulkan tidak secara khusus menyasar negara tertentu. Namun, usulan tersebut menyoroti praktik seperti dumping, subsidi besar-besaran serta pembatasan konvertibilitas mata uang, yang selama ini menjadi sorotan sejumlah negara UE dalam hubungan dagang dengan China.
Pemerintah Jerman menilai UE membutuhkan instrumen yang memiliki kekuatan seperti tarif Section 301 milik Amerika Serikat atau pembatasan ekspor mineral kritis yang diterapkan China. Langkah itu dinilai penting di tengah perdagangan global yang semakin sering digunakan sebagai alat tekanan ekonomi.
Dalam dokumen tersebut, Prancis dan Jerman juga mendorong UE mempercepat dan meningkatkan efektivitas instrumen perlindungan perdagangan. Penyelidikan perdagangan dinilai perlu diperbanyak, dengan cakupan yang dapat diperluas dari produk tertentu menjadi sektor industri secara keseluruhan.
Baca Juga: AS Minta Jerman dan Prancis Lepas Cadangan Solar, Atau Hadapi Larangan Ekspor
Kedua negara juga menilai langkah cepat diperlukan untuk menghadapi peningkatan impor sejumlah produk, termasuk bahan kimia, polyethylene terephthalate (PET) dan kendaraan hibrida. Selain itu, Komisi Eropa diminta segera mengusulkan dua instrumen baru untuk memperkuat keamanan ekonomi dan diversifikasi rantai pasok UE.
Instrumen pertama ditujukan untuk mengurangi ketergantungan perusahaan Eropa pada satu sumber pasokan untuk sejumlah komoditas penting. Sementara instrumen kedua akan membatasi akses ke pasar tunggal UE bagi negara yang dinilai merusak persaingan melalui tindakan politik maupun ekonomi.
Prancis dan Jerman mengusulkan agar keputusan Komisi Eropa untuk mengaktifkan tindakan balasan dapat berlaku secara otomatis, kecuali ditolak oleh mayoritas berkualifikasi negara anggota UE. Mekanisme ini dinilai dapat membuat respons blok tersebut lebih cepat.
Meski demikian, instrumen baru tersebut tetap membutuhkan persetujuan pemerintah negara-negara UE dan Parlemen Eropa. Prancis menilai langkah tersebut mendesak karena ketidakseimbangan perdagangan dengan sejumlah mitra dagang sudah semakin sulit dipertahankan.
Seorang penasihat kepresidenan Prancis mengatakan Prancis dan Jerman ingin UE segera menggunakan instrumen anti-dumping yang sudah tersedia. Menurut dia, kedua negara juga ingin mengakhiri pendekatan yang terlalu lunak dalam menghadapi persoalan perdagangan.
Baca Juga: Studi: Spionase Ekonomi Dongkrak PDB Jerman Timur 7,4% pada Akhir 1980-an














