Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat turun tajam untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari 2026, seiring dampak tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.
Data dari Eurostat menunjukkan ekspor 27 negara anggota Uni Eropa ke AS turun 26,4% pada Februari, setelah sebelumnya merosot 27,8% pada Januari. Penurunan ini menyebabkan surplus perdagangan Uni Eropa terhadap AS menyusut hingga 60%.
Namun, data tersebut dinilai dapat melebih-lebihkan dampak tarif Trump karena dibandingkan dengan periode awal 2025, ketika eksportir Eropa mempercepat pengiriman barang sebelum tarif baru mulai berlaku pada Maret 2025.
Pada Januari dan Februari 2025, ekspor Uni Eropa ke AS justru melonjak masing-masing 16% dan 22,4%.
Dampak Tarif Diperkirakan Makin Terasa
Para ekonom menilai dampak sebenarnya dari tarif AS baru akan terlihat lebih jelas pada kuartal IV 2025. Pada periode tersebut, ekspor Uni Eropa ke AS tercatat turun 15%, dengan ekspor besi dan baja merosot hampir 40%, sementara sektor kimia turun antara 60% hingga 80%.
Baca Juga: Prancis dan Inggris Pimpin Pertemuan 40 Negara Bahas Keamanan Selat Hormuz
Ekonom Vincent Stamer dari Commerzbank memperingatkan bahwa dampak tarif kemungkinan masih akan memburuk.
“Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa arus perdagangan membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun untuk sepenuhnya menyesuaikan diri terhadap tarif baru,” ujarnya.
Selain itu, rencana tarif baru untuk produk farmasi berpaten—salah satu ekspor utama Uni Eropa ke AS—diperkirakan akan semakin menekan perdagangan. Commerzbank memperkirakan tarif AS dapat memangkas produk domestik bruto kawasan euro sebesar 0,3% pada 2026.
Beberapa Sektor Masih Bertahan
Meski sebagian besar sektor terdampak, sejumlah industri masih mencatat pertumbuhan ekspor. Ekspor aluminium dan produk tembaga dari Uni Eropa ke AS meningkat masing-masing 9% dan 15% pada kuartal terakhir 2025, meskipun menghadapi tarif AS sebesar 50%.
Kenaikan ekspor aluminium sebagian dipicu masalah teknis di salah satu pabrik AS, sementara permintaan tembaga tetap tinggi karena kapasitas produksi domestik AS belum mencukupi kebutuhan pasar.
Sektor kapal dan perahu menjadi yang paling menonjol. Ekspor kategori ini meningkat lebih dari tiga kali lipat pada kuartal IV 2025 setelah sebelumnya juga melonjak pada kuartal III.
Baca Juga: AS Tunda Pengiriman Senjata ke Eropa karena Konflik Iran
Galangan kapal Meyer Turku di Finlandia menyebut tarif AS belum memberikan dampak yang menentukan terhadap bisnisnya. Perusahaan tersebut baru saja mengirim kapal pesiar raksasa Star of the Seas kepada Royal Caribbean dan telah mengamankan reservasi pembangunan kapal hingga 2036.
Pangsa AS dalam Ekspor Uni Eropa Menyusut
Riset dari ING menunjukkan pangsa AS terhadap total ekspor Uni Eropa menurun di hampir semua negara besar Eropa sejak awal 2024 hingga akhir 2025, kecuali Prancis. Sementara itu, ekspor Uni Eropa ke negara-negara lain justru meningkat 6,1%.
Di Italia, misalnya, lonjakan ekspor farmasi sempat menutupi pelemahan sektor lain. Tanpa sektor farmasi dan pesanan transportasi besar, ekspor Italia ke AS sebenarnya turun. Jika tarif tetap diberlakukan, Italia berisiko kehilangan ekspor lebih dari 16 miliar euro per tahun dan sekitar 118.000 lapangan kerja.
Pada 20 Februari 2026, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif global Trump yang diberlakukan berdasarkan undang-undang keadaan darurat. Namun, beberapa hari kemudian pemerintahan Trump kembali memberlakukan tarif global sementara sebesar 10% dan mempertimbangkan kenaikan menjadi 15%.
- Eurostat
- Mahkamah Agung AS
- Surplus Perdagangan Uni Eropa
- Commerzbank
- Dampak Ekonomi Eropa
- tarif Donald Trump
- Ekspor Uni Eropa
- Perang Dagang AS-UE
- Sektor Ekspor Terdampak
- Ekspor Besi Baja Eropa
- Ekspor Kimia Eropa
- Ekspor Farmasi Eropa
- PDB Eurozone
- Lapangan Kerja Italia
- Ekspor Aluminium Eropa
- Ekspor Tembaga Eropa
- Ekspor Kapal Eropa
- Vincent Stamer
- ING Riset
- Royal Caribbean
- Meyer Turku












