Presiden Taiwan: Saat Ini, Ancaman Kekuatan Militer China Belum Berkurang

Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:25 WIB Sumber: Reuters
Presiden Taiwan: Saat Ini, Ancaman Kekuatan Militer China Belum Berkurang

ILUSTRASI. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di Pangkalan Angkatan Udara Chiayi, Taiwan, Kamis (18/11/2021). Ancaman kekuatan China tidak berkurang, Tsai mengatakan pada Kamis (11/8/2022). REUTERS/Ann Wang


KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Ancaman kekuatan China tidak berkurang, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pada Kamis (11/8), meskipun latihan militer terbesar negeri tembok raksasa di sekitar Taiwan berkurang.

China menyatakan pada Rabu (10/8), militernya akan terus berpatroli tetapi telah "menyelesaikan berbagai tugas" di sekitar Taiwan, menandakan kemungkinan latihan perang berakhir sambil terus menekan.

Taiwan juga melakukan latihan militer tahunan dalam skala yang relatif kecil, bertujuan untuk mempersiapkan diri untuk mengadang invasi.

"Saat ini, ancaman kekuatan militer China belum berkurang," kata Tsai kepada perwira Angkatan Udara Taiwan, menurut pernyataan dari Kantor Kepresiden Taiwan, seperti dikutip Reuters.

Tsai menegaskan, Taiwan tidak akan meningkatkan konflik atau memprovokasi perselisihan. "Kami akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan kami dan mematuhi garis pertahanan demokrasi dan kebebasan," ujarnya.

Baca Juga: Jika China Serang Taiwan, Ini yang Bakal Terjadi pada Market dan Ekonomi Global

Sebuah sumber yang mendapat pengarahan tentang masalah itu mengatakan kepada Reuters, jumlah kapal perang China di dekat dengan garis tengah Selat Taiwan, penyangga tidak resmi, "sangat berkurang" dari hari-hari sebelumnya.

Tetapi, beberapa kapal perang Angkatan Laut China sedang melakukan misi di lepas pantai timur Taiwan dan dekat Pulau Yonaguni Jepang pada Kamis (11/8), menurut sumber yang mengetahui perencanaan keamanan.

Yonaguni adalah pulau Jepang yang paling dekat dengan Taiwan, sekitar 100 km jauhnya.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (11/8), pihaknya mendeteksi 21 pesawat militer dan enam kapal perang China di dan sekitar Selat Taiwan, dengan 11 pesawat telah melintasi garis tengah.

Jumlah itu turun dari 36 pesawat militer dan 10 kapal perang yang terdeteksi sehari sebelumnya, dengan 17 pesawat melewati garis tengah.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru