kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Produksi Gas di Australia Terhenti Efek Badai Narelle, Warga Masih Tanpa Listrik


Minggu, 29 Maret 2026 / 08:55 WIB
Produksi Gas di Australia Terhenti Efek Badai Narelle, Warga Masih Tanpa Listrik
ILUSTRASI. Harga liquefied natural gas (LNG) (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Produksi gas alam cair (LNG) Australia masih mengalami gangguan, dan ribuan warga di wilayah barat laut terpencil hidup tanpa listrik lebih dari seminggu setelah badai Narelle melanda negara itu.

Badai Narelle, yang pada Sabtu lalu diturunkan statusnya dari siklon tropis, telah mengganggu fasilitas LNG milik Chevron Australia dan Woodside Australia. Dampak badai ini memperburuk krisis pasokan global yang dipicu oleh perang di Iran yang telah berlangsung sebulan terakhir. Australia yang menjadi eksportir LNG terbesar kedua di dunia setelah Qatar menghentikan produksinya akibat serangan Iran.

Woodside Australia menyatakan pada Minggu bahwa produksi di fasilitas Karratha pabrik pengolahan darat untuk proyek North West Shelf masih terganggu. Sementara itu, produksi di fasilitas Macedon dan Pluto tidak terdampak. Chevron sebelumnya menyampaikan sedang bekerja memulihkan produksi di fasilitas Gorgon dan Wheatstone yang sempat terhenti akibat badai. 

Gorgon merupakan fasilitas LNG terbesar di Australia dengan kapasitas 15,6 juta ton per tahun melalui tiga jalur pemrosesan, sedangkan Wheatstone memiliki dua jalur dengan kapasitas 8,9 juta ton.

Listrik masih padam hingga Sabtu malam di Exmouth, kota berpenduduk sekitar 2.800 jiwa, yang terletak 1.100 km utara Perth, ibu kota Negara Bagian Barat Australia, menurut Departemen Pemadam Kebakaran dan Layanan Darurat setempat. Horizon Power, perusahaan listrik milik negara, mengirim tambahan tim untuk membantu pemulihan listrik di daerah terdampak.

Exmouth, yang merupakan pintu gerbang menuju Ningaloo Reef, situs warisan dunia UNESCO mengalami kerusakan signifikan akibat siklon, namun tidak ada korban jiwa dilaporkan, menurut Australian Broadcasting Corp.

Badai Narelle mendarat sebagai siklon tropis parah di Queensland pada 20 Maret, melintasi Wilayah Utara sebelum menyerang Negara Bagian Barat Australia.

Gangguan produksi LNG ini diperkirakan akan menambah tekanan pada pasokan energi global yang sudah terguncang akibat konflik di Timur Tengah.




TERBARU

[X]
×