Produksi mobil listrik, Apple buka diskusi dengan CATL dan BYD untuk pasokan baterai

Selasa, 08 Juni 2021 | 14:45 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Produksi mobil listrik, Apple buka diskusi dengan CATL dan BYD untuk pasokan baterai

ILUSTRASI. Akan produksi mobil listrik, Apple buka diskusi dengan CATL dan BYD untuk bahas pasokan baterai


KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Apple semakin memantapkan niat memproduksi mobil listrik dengan membuka pembicaraan tahap awal dengan CATL China dan BYD untuk pasokan baterai.  Namun diskusi ini bisa berubah dan kemungkinan kesepakatan yang akan tercapai bisa terganjal.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (8/6), mengutip sumber yang mengetahui hal ini, Apple mensyaratkan bangunan fasilitas manufaktur di Amerika  Serikat (AS) bagi calon pemasok baterai mobil listriknya.

Namun, CATL yang memasok pembuat mobil besar termasuk Tesla Inc enggan membangun pabrik AS. Lantaran adanya ketegangan politik antara Washington dan Beijing serta masalah biaya. Baik Apple, CATL maupun BYD menolak untuk mengomentari hal ini.

Apple lebih suka menggunakan baterai lithium besi fosfat yang lebih murah untuk diproduksi. Sebab penggunaan bahan dari besi, nikel, dan kobalt jauh lebih mahal.

Baca Juga: Harga mobil Tesla makin mahal, Elon Musk: Akibat tekanan rantai pasokan

Sebelumnya, Apple telah mengerjakan teknologi self-driving dan menargetkan 2024 untuk produksi kendaraan penumpang.

Sumber-sumber yang akrab dengan masalah ini sebelumnya mengatakan, mobil listrik yang direncanakan Apple dapat mencakup teknologi baterai terobosannya sendiri. Tidak segera jelas apakah diskusi dengan CATL dan BYD melibatkan teknologi atau desain Apple sendiri.

Diskusi datang pada saat pemerintah AS ingin menarik lebih banyak manufaktur mobil listrik. Rencana proyek infrastruktur yang diusulkan Presiden AS Joe Biden senilai US$ 1,7 triliun mencakup anggaran US$ 174 miliar untuk meningkatkan pasar mobil listrik domestik dengan kredit pajak dan hibah untuk produsen baterai.

Banyak pembuat baterai meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan di seluruh dunia yang melonjak karena pembuat mobil mempercepat peralihan bisnis ke kendaraan listrik. Kendaraan listrik digenjot guna mematuhi aturan emisi yang lebih ketat yang ditujukan untuk mengatasi pemanasan global.

Pembuat baterai asal China diperkirakan akan tumbuh lebih cepat daripada rekan-rekan asing mereka berkat ekspansi lebih lanjut dari pasar mobil listrik terbesar di dunia, SNE Research menyebutkan dalam laporan bulan Juni.

Reuters melaporkan pekan lalu bahwa CATL sedang merencanakan pabrik baterai otomotif baru yang besar di Shanghai, melanjutkan langkah ekspansi yang akan memperkuat posisinya sebagai pemasok No.1 di dunia. Pabrik itu akan berada di dekat operasi manufaktur Tesla di China.

 

Selanjutnya: BMW membangun 360.000 stasiun pengisian kendaraan listrik di China

 

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru