kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Produsen mobil dan barang mewah terpukul wabah virus corona baru


Sabtu, 25 Januari 2020 / 11:00 WIB
Produsen mobil dan barang mewah terpukul wabah virus corona baru

Sumber: CNN | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Produsen mobil global dan perusahaan barang mewah menghadapi pukulan besar dengan bisnis mereka di China karena gangguan yang disebabkan penyebaran virus corona baru nan mematikan yang dapat menyeret ekonomi China yang sudah melambat.

CNN melaporkan, Wuhan yang menjadi pusat penyebaran virus corona baru adalah salah satu "kota motor" China, tempat sejumlah pabrik mobil memasok pasar mobil terbesar di dunia.

General Motors (GM), Nissan, Renault, Honda dan Peugeot PSA Group adalah di antara beberapa perusahaan yang memiliki pabrik manufaktur besar di Wuhan.

Baca Juga: Mengenal kota Wuhan yang kini jadi buah bibir dunia gara-gara virus corona

Semua produsen mobil Barat mengoperasikan pabrik melalui usaha patungan dengan produen mobil Cina, termasuk mitra GM SAIC dan Dongfeng Motor Corporation, salah satu kelompok mobil terbesar di negara itu. Pabrik GM-SAIC di Wuhan memiliki sekitar 6.000 karyawan, sekitar 10% dari total tenaga kerja GM di Cina.

Kota berpenduduk 11 juta jiwa itu diisilasi secara parsial setelah bandara dan stasiun kereta api ditutup untuk keberangkatan penumpang pada Kamis (23/1) karena kekhawatiran akan merebaknya wabah corona. Semua layanan transportasi umum di kota telah ditangguhkan, dan beberapa jalan raya utama ditutup.

Setidaknya 10 kota dan hampir 30 juta orang di distrik Hubei pusat China menghadapi pembatasan perjalanan. Beijing dan Shanghai berada pada tingkat siaga tertinggi untuk keadaan darurat kesehatan masyarakat.

Gangguan transportasi dapat berimbas ke bisnis, dan merusak belanja konsumen pada saat pembuat mobil sudah berjuang dengan penurunan penjualan.

Industri mobil global berada dalam resesi yang dalam, yang menunjukkan beberapa tanda mereda. Jumlah mobil yang dijual di China, pasar terbesar di dunia, turun 2,3 juta pada 2019, menurut LMC Automotive. Pejabat Cina mengatakan penjualan bisa turun lagi tahun ini.

Penyebaran virus corona diperkirakan akan menekan pengeluaran selama liburan Tahun Baru Imlek, ketika konsumen biasanya menghabiskan lebih banyak untuk perjalanan, hiburan dan hadiah.

Baca Juga: Australia deklarasikan kasus pertama virus corona




TERBARU

Close [X]
×