kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Prospek ekonomi dunia terancam perang Suriah

Senin, 16 April 2018 / 06:20 WIB

Prospek ekonomi dunia terancam perang Suriah
ILUSTRASI. Sebuah rudal melintasi langit Damaskus, Suriah (14/4/2018).
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Setelah perang dagang, ekonomi dunia kini dihantui konflik Suriah yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya dengan Rusia. Meski belum dihitung efeknya ke pertumbuhan ekonomi global, meningkatnya konflik di Suriah yang melibatkan kekuatan regional dan global, akan memiliki konsekuensi luas.

Konflik Suriah akan menjadi salah satu topik bahasan dalam pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Washington pada 16–22 April 2018. Dalam pidatonya di Hong Kong, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde seperti dikutip The Guardian mengatakan, ada "awan gelap menjulang" bagi ekonomi global saat ketegangan perdagangan membara antara AS dan China.


Apesnya, sementara perang dagang antara AS dan China berlangsung, ada tanda-tanda perang dingin baru antara Rusia dengan AS dan sekutunya dalam konflik di Suriah. Perang akan menjadi salah satu masalah paling serius di luar agenda resmi para pemimpin dunia yang akan berkumpul dalam pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington pekan ini.

Lagarde mengingatkan, pertumbuhan ekonomi dunia mungkin akan mulai goyah dari akhir tahun depan. Padahal dari kebijakan proteksionisme AS dan kemungkinan pendekatan serupa di Inggris pasca Brexit saja, dapat menyebabkan pertumbuhan global melambat. Menurut konsultan Oxford Economics, perang dagang akan memangkas 0,5% pertumbuhan ekonomi dunia.

Hitungan itu belum memasukkan efek konflik Suriah andai terus berlanjut. John Kilduff, Partner di perusahaan hedge fund Again Capital Management mengatakan, Suriah menimbulkan risiko besar terhadap stabilitas global karena hubungannya dengan produsen minyak yang kuat. "Suriah merupakan klien Rusia dan Iran dan risiko untuk eskalasi cukup tinggi dan saya pikir itulah yang dikhawatirkan pasar," ujarnya seperti dilansir Reuters.


Reporter: Avanty Nurdiana, Khomarul Hidayat
Editor: Wahyu Rahmawati

SURIAH

Tag
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0489 || diagnostic_web = 0.2472

Close [X]
×