Puluhan orang utan di Malaysia menjalani tes swab Covid-19

Senin, 13 September 2021 | 15:30 WIB Sumber: Channel News Asia
Puluhan orang utan di Malaysia menjalani tes swab Covid-19

ILUSTRASI. Khansa, bayi orangutan ke-46 Kebun Binatang Singapura, memeluk ibunya Anita selama tur media untuk memamerkan hewan yang baru lahir di Kebun Binatang Singapura 11 Januari 2018.

KONTAN.CO.ID - SABAH. Puluhan orang utan di Malaysia menjalani tes swab Covid-19. Program ini merupakan salah satu upaya untuk melindungi populasi orang utan yang semakin terancam, sekaligus mendeteksi potensi infeksi Covid-19 pada hewan.

Dilansir dari Channel News Asia, tes swab sebelumnya sudah dilakukan kepada 30 ekor orang utan di Negara Bagian Sabah, Malaysia, pada Selasa (7/9) pekan lalu. Hasil tes menunjukkan, semuanya negatif Covid-19.

Pengujian ini juga jadi tes virus corona pertama pada orangutan di Malaysia. Tes dilakukan setelah staf di pusat rehabilitasi dan taman margasatwa dilaporkan terpapar virus corona.

"Pengujian terhadap Covid-19 telah menjadi langkah yang vital dalam membantu kami melewati pandemi ini, dan juga penting bagi populasi orang utan ini," kata Sen Nathan, Asisten Direktur Departemen Satwa Liar Sabah.

Nathan menjelaskan, Covid-19 telah terbukti sangat merugikan kesehatan orangutan dan menghambat proses rehabilitasi mereka.

Saat ini, para dokter hewan yang bertugas akan terus memantau para orang utan sambil melakukan tes secara rutin untuk mencegah penyebaran di kawasan rehabilitasi.

Baca Juga: Ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam tutup setelah ditinggal negara Barat

Infeksi Covid-19 pada hewan memang kerap terjadi. Akhir pekan lalu, sebuah kebun binatang di Atlanta, AS, melaporkan salah satu gorilanya telah positif Covid-19.

Di belahan dunia lainnya, kasus infeksi pada kucing rumahan, anjing, dan musang juga ditemukan. Fakta ini menunjukkan, virus corona penyebab Covid-19 bisa beradaptasi dengan cepat di berbagai jenis inang.

Orang utan Kalimantan diklasifikasikan sebagai spesies yang "sangat terancam punah" oleh kelompok perlindungan International Union for Conservation of Nature. WWF juga menyebutkan, populasi mereka turun lebih dari 50% selama 60 tahun terakhir.

Faktor utamanya adalah hilangnya habitat akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan pertanian.

Malaysia sendiri saat ini masih cukup kesulitan memerangi wabah Covid-19, terutama sejak varian Delta menyebar dengan cepat di Asia Tenggara. Sabah yang merupakan rumah bagi hutan yang luas dan banyak hewan langka, juga menghadapi lonjakan kasus.

Selanjutnya: CDC Afrika: Daripada menimbun booster, lebih baik kirim vaksin Covid-19 ke Afrika

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru