kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.884   25,00   0,15%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekspor Jepang Melonjak 16,8% pada Januari, Ditopang Permintaan Kuat dari Asia


Rabu, 18 Februari 2026 / 07:28 WIB
Ekspor Jepang Melonjak 16,8% pada Januari, Ditopang Permintaan Kuat dari Asia
ILUSTRASI. Pelabuhan Tokyo Jepang (Yoshio Tsunoda/AFLO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ekspor Jepang naik untuk bulan kelima berturut-turut pada Januari, menunjukkan bahwa permintaan global yang solid masih menopang pemulihan ekonomi yang rapuh.

Data yang dirilis Rabu (18/2/2026) menunjukkan nilai ekspor Jepang melonjak 16,8% secara tahunan (YoY), melampaui perkiraan median pasar sebesar 12%.

Angka tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan 5,1% pada Desember.

Baca Juga: Deteksi Ledakan Aneh di Lop Nur: Apakah China Langgar Perjanjian Nuklir?

Kinerja ini muncul setelah data terpisah awal pekan ini memperlihatkan ekonomi Jepang hanya tumbuh tipis pada kuartal keempat, jauh di bawah ekspektasi pasar akibat lemahnya ekspor dan belanja modal.

Ekspor ke China Melonjak, AS Turun

Ekspor ke Amerika Serikat turun 5% dibandingkan Januari tahun lalu. Sebaliknya, pengiriman ke China melonjak 32%, didorong lonjakan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada pertengahan Februari tahun ini, lebih lambat dari biasanya.

Dari sisi impor, Jepang mencatat penurunan 2,5% secara tahunan, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 3%.

Baca Juga: Berkshire Hathaway Investasi di New York Times, Kurangi Kepemilikan Apple

Defisit Perdagangan Lebih Kecil dari Perkiraan

Dengan kombinasi ekspor yang melonjak dan impor yang menurun, Jepang membukukan defisit perdagangan sebesar 1,15 triliun yen (sekitar US$7,51 miliar) pada Januari. Angka ini lebih kecil dibandingkan perkiraan defisit 2,14 triliun yen.

Ekspor Jepang sebelumnya sempat terpukul oleh tarif AS yang menekan pengiriman ke Negeri Paman Sam pada kuartal Juli–September.

Meski terdapat kesepakatan dagang pada September yang menetapkan tarif dasar 15% untuk hampir seluruh barang, momentum pemulihan dinilai masih rapuh.

Baca Juga: Skandal Epstein Mengguncang Dunia: PBB Minta Investigasi Menyeluruh

Ke depan, para analis memperkirakan ekonomi Jepang akan mendapatkan dorongan dari faktor domestik seperti konsumsi swasta.

Pertumbuhan upah yang diharapkan terus berlanjut dinilai dapat membantu meringankan beban rumah tangga di tengah kenaikan biaya hidup.

Selanjutnya: Anomali Aset, Bank Syariah Sulit Bersaing dengan Konvensional?

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Pizza Hut & Wingstop: Menu Spesial Mulai Rp 18 Ribuan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×