kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   0,00   0,00%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Skandal Epstein Mengguncang Dunia: PBB Minta Investigasi Menyeluruh


Rabu, 18 Februari 2026 / 06:24 WIB
Skandal Epstein Mengguncang Dunia: PBB Minta Investigasi Menyeluruh
ILUSTRASI. Kematian Epstein misterius, kini PBB minta penyelidikan tuntas. Dokumen mengungkap kedekatan dengan tokoh penting. (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Jutaan dokumen terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein mengindikasikan adanya “jaringan kriminal global” yang diduga melakukan tindakan yang memenuhi ambang hukum sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kesimpulan itu disampaikan panel pakar independen yang ditunjuk oleh United Nations Human Rights Council (Dewan HAM PBB).

Reuters melaporkan, para ahli menyebut, berbagai kejahatan yang tertuang dalam dokumen yang dirilis oleh US Department of Justice terjadi dalam konteks keyakinan supremasi, rasisme, korupsi, dan misogini ekstrem.

Menurut mereka, praktik tersebut menunjukkan adanya komodifikasi dan dehumanisasi terhadap perempuan dan anak perempuan.

“Skala, sifat, karakter sistematis, dan jangkauan lintas negara dari kekejaman terhadap perempuan dan anak perempuan ini sangat serius, sehingga sejumlah di antaranya secara wajar dapat memenuhi ambang hukum sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata para pakar dalam pernyataan resmi.

Panel ahli menegaskan tuduhan dalam dokumen itu memerlukan investigasi independen, menyeluruh, dan imparsial. Mereka juga meminta penyelidikan tentang bagaimana dugaan kejahatan tersebut bisa berlangsung dalam waktu lama tanpa terungkap.

Baca Juga: Perundingan Tegang! Ini Tuntutan Rusia yang Ditolak Ukraina di Jenewa

Hingga berita ini diturunkan, Departemen Kehakiman AS belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Undang-undang yang disahkan Kongres AS pada November lalu, dengan dukungan bipartisan luas, mewajibkan seluruh dokumen terkait Epstein dibuka ke publik.

Namun, pakar PBB menyoroti adanya “kegagalan kepatuhan serius dan penyuntingan (redaksi) yang keliru” yang berpotensi mengungkap informasi sensitif para korban.

Lebih dari 1.200 korban telah teridentifikasi dalam dokumen yang dirilis sejauh ini.

“Keengganan untuk sepenuhnya membuka informasi atau memperluas penyelidikan telah membuat banyak penyintas merasa mengalami trauma ulang dan menjadi korban apa yang mereka sebut sebagai ‘gaslighting institusional’,” ujar para ahli.

Tonton: Trump Dukung Israel Serang Iran Jika Negosiasi Nuklir Kandas, Ini Senjata yang Disiapkan AS!

Rilis dokumen oleh Departemen Kehakiman juga mengungkap kedekatan Epstein dengan sejumlah tokoh terkemuka di bidang politik, keuangan, akademik, dan bisnis, baik sebelum maupun setelah ia mengaku bersalah pada 2008 atas dakwaan prostitusi, termasuk meminta layanan dari anak di bawah umur.

Epstein ditemukan tewas tergantung di sel tahanannya pada 2019 setelah kembali ditangkap atas dakwaan federal perdagangan seks anak di bawah umur. Kematiannya secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.

Selanjutnya: Setahun Stop Jual Produk Fisik, Segmen Gaming Menjelma Jadi Tulang Punggung Bukalapak

Menarik Dibaca: Sambut Ramadhan 2026, Kirim Doa Terbaik Lewat 35 Ucapan Penuh Berkah Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×