kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.900   41,00   0,24%
  • IDX 8.277   64,56   0,79%
  • KOMPAS100 1.165   6,91   0,60%
  • LQ45 834   4,32   0,52%
  • ISSI 296   1,24   0,42%
  • IDX30 435   3,38   0,78%
  • IDXHIDIV20 520   3,92   0,76%
  • IDX80 130   0,60   0,46%
  • IDXV30 142   -0,05   -0,03%
  • IDXQ30 140   1,03   0,74%

Emas Menguat Tipis Usai Anjlok Lebih dari 2% Rabu (18/2) Pagi, Didukung Aksi Beli


Rabu, 18 Februari 2026 / 08:56 WIB
Emas Menguat Tipis Usai Anjlok Lebih dari 2% Rabu (18/2) Pagi, Didukung Aksi Beli
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Simon/IMAGO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu (18/2/2026) karena aksi beli saat harga melemah (dip-buying), setelah pada sesi sebelumnya merosot lebih dari 2% menyusul perkembangan positif dalam pembicaraan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun, perdagangan yang cenderung sepi akibat libur Tahun Baru Imlek di sejumlah negara Asia membatasi pergerakan harga.

Baca Juga: Pertumbuhan Upah Australia Kuartal IV 2025 Stabil di 3,4% per Tahun

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$4.886,69 per ons troi pada pukul 01.10 GMT, setelah sebelumnya turun lebih dari 2% ke level terendah dalam lebih dari sepekan.

Emas berjangka AS untuk pengiriman April stabil di US$4.904,50 per ons troi.

Sementara itu, harga perak spot turun 0,8% menjadi US$72,86 per ons troi setelah anjlok lebih dari 4% pada sesi sebelumnya.

Platinum spot naik 0,9% menjadi US$2.025,80 per ons troi dan palladium menguat 0,5% ke US$1.690,54 per ons troi .

Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Rabu (18/2), Cermati Perundingan Damai dan Risalah The Fed

Faktor Penggerak Pasar

Indeks dolar AS bertahan stabil, didukung ketidakpastian geopolitik dan sikap pelaku pasar yang menanti risalah rapat Januari bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mendapatkan petunjuk arah suku bunga selanjutnya.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan.

Pasar di China daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup karena libur Tahun Baru Imlek, menyebabkan volume perdagangan rendah dan potensi volatilitas lebih tinggi.

Baca Juga: The Fed Perlu Cermati Dampak AI sebelum Tentukan Arah Suku Bunga

Prospek Suku Bunga

Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan, bank sentral dapat memangkas suku bunga beberapa kali lagi tahun ini jika inflasi kembali melandai menuju target 2%.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin tahun ini, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Baca Juga: Deteksi Ledakan Aneh di Lop Nur: Apakah China Langgar Perjanjian Nuklir?

Ketegangan Geopolitik

Di sisi lain, Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman mengenai prinsip-prinsip utama dalam pembicaraan terkait sengketa nuklir yang telah berlangsung lama, menurut Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi.

Meski demikian, ia menegaskan kesepakatan final belum tentu segera tercapai.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mendorong percepatan tercapainya kesepakatan damai dalam konflik Rusia-Ukraina dalam perundingan yang dimediasi AS di Jenewa.

Secara keseluruhan, harga emas mendapat dukungan dari aksi beli saat harga turun dan ekspektasi pelonggaran moneter, namun sentimen geopolitik dan pergerakan dolar tetap menjadi faktor penentu arah selanjutnya.

Selanjutnya: Kode Redeem FF Hari Ini (18/2), ada yang Baru? Cek Daftar Kode Resmi Garena

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Rebound, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (18/2)




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×