kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.894   35,00   0,21%
  • IDX 8.289   77,16   0,94%
  • KOMPAS100 1.168   9,77   0,84%
  • LQ45 837   6,91   0,83%
  • ISSI 297   1,96   0,66%
  • IDX30 436   3,90   0,90%
  • IDXHIDIV20 520   4,04   0,78%
  • IDX80 130   0,92   0,72%
  • IDXV30 143   0,17   0,12%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pertumbuhan Upah Australia Kuartal IV 2025 Stabil di 3,4% per Tahun


Rabu, 18 Februari 2026 / 08:21 WIB
Pertumbuhan Upah Australia Kuartal IV 2025 Stabil di 3,4% per Tahun
ILUSTRASI. Dolar Australia (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pertumbuhan upah di Australia tetap berada pada laju moderat pada kuartal keempat 2025, dengan kenaikan tahunan bertahan di kisaran yang sama selama lebih dari setahun terakhir.

Data dari Australian Bureau of Statistics yang dirilis Rabu (18/2/2026) menunjukkan indeks harga upah (wage price index) naik 0,8% pada kuartal Desember, sama seperti kuartal sebelumnya dan sesuai dengan perkiraan analis.

Baca Juga: Dolar Bertahan Menguat Rabu (18/2), Cermati Perundingan Damai dan Risalah The Fed

Secara tahunan, pertumbuhan upah meningkat tipis menjadi 3,4% dari revisi 3,3% sebelumnya. Angka ini masih berada dalam rentang 3,2% hingga 3,6% selama enam kuartal berturut-turut.

Sektor Swasta Menguat, Publik Tertinggi Sejak 2024

Pertumbuhan upah sektor swasta naik menjadi 3,4% dari 3,3%, sementara sektor publik mencatat kenaikan 4,0%, tertinggi sejak pertengahan 2024.

Kenaikan gaji yang didanai pemerintah di sektor kesehatan dan pengasuhan anak menjadi pendorong utama pertumbuhan tahunan.

Baca Juga: Jose Jeri, Presiden Peru yang Dimakzulkan, Salah Satu Kepala Negara Termuda di Dunia

Namun, dengan inflasi konsumen tercatat sebesar 3,8% pada Desember, laju kenaikan upah tersebut masih sedikit di bawah inflasi, yang berarti secara teknis upah riil mengalami penurunan.

Meski demikian, indeks harga upah tidak memasukkan bonus, lembur, maupun kenaikan gaji akibat perpindahan pekerjaan.

Karena itu, indikator ini cenderung meremehkan pertumbuhan pendapatan rumah tangga secara keseluruhan.

Ukuran yang lebih luas, yakni kompensasi karyawan dalam neraca nasional, tercatat tumbuh 7,1% secara tahunan pada kuartal ketiga tahun lalu jauh melampaui inflasi.

Kenaikan tersebut membantu mendorong pendapatan riil dan memicu peningkatan permintaan konsumen.

Baca Juga: The Fed Perlu Cermati Dampak AI sebelum Tentukan Arah Suku Bunga

Implikasi bagi Kebijakan Suku Bunga

Penguatan permintaan menjadi salah satu alasan Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga menjadi 3,85% awal bulan ini.

RBA juga menilai bahwa ukuran biaya tenaga kerja yang lebih luas menunjukkan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan yang tercermin dalam indeks harga upah.

Hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja masih relatif ketat dan berpotensi menambah tekanan inflasi di sisi margin.

Baca Juga: Deteksi Ledakan Aneh di Lop Nur: Apakah China Langgar Perjanjian Nuklir?

Penekanan bank sentral terhadap risiko kenaikan inflasi membuat pasar kini memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga lanjutan menjadi 4,10% pada pertemuan kebijakan Mei mendatang.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan pasar tenaga kerja Australia tetap solid, namun masih menyisakan dilema bagi pembuat kebijakan dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan 1447 H Wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, dan Bengkulu

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah 1 Ramadhan 1447 H Wilayah Aceh, Sumut, Sumbar, dan Bengkulu




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×