kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   -14.000   -0,47%
  • USD/IDR 16.847   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekonomi Thailand Tumbuh 2,5% di Kuartal IV-2025, Melampaui Proyeksi


Senin, 16 Februari 2026 / 10:50 WIB
Ekonomi Thailand Tumbuh 2,5% di Kuartal IV-2025, Melampaui Proyeksi
ILUSTRASI. Ekonomi Thailand tumbuh 2,5% di kuartal IV-2025,


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Ekonomi Thailand tumbuh lebih cepat dari yang diperkirakan pada kuartal IV-2025 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh perdagangan industri dan ritel, meskipun sektor pertanian melambat.

Senin (16/2/2026), Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional merilis produk domestik bruto (PDB) Thailand tumbuh 2,5% pada periode Oktober-Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Raalisasi tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan tahunan sebesar 1,2% pada kuartal III-2025, dan melampaui perkiraan median pertumbuhan sebesar 1,0% dalam jajak pendapat Reuters.

Secara kuartalan, ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara ini tumbuh sebesar 1,9% yang disesuaikan secara musiman pada periode Oktober-Desember 2025, tertinggi dalam empat tahun, dibandingkan dengan perkiraan jajak pendapat sebesar 0,3%.

Baca Juga: Ketegangan Taiwan vs China: Siapa Sebenarnya Pemilik Kedaulatan Sah?

Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan mencapai 2,4%. Dewan tersebut juga menyesuaikan prospek pertumbuhan tahun 2026 menjadi 1,5% hingga 2,5%, dari kisaran sebelumnya 1,2% hingga 2,2%.

Tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan sejak pandemi, ekonomi Thailand menghadapi berbagai hambatan, termasuk tarif AS, utang rumah tangga yang tinggi, dan penguatan baht.

Dewan memperkirakan ekspor, penggerak utama pertumbuhan Thailand, akan meningkat 2,0% tahun ini, dibandingkan dengan penurunan 0,3% yang diproyeksikan sebelumnya.

Kepercayaan konsumen meningkat pada bulan Januari di tengah harapan bahwa pemerintahan baru akan menstimulasi ekonomi yang sedang kesulitan.

Partai Bhumjaitai pimpinan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan umum bulan ini, dan sekarang sedang bernegosiasi dengan partai-partai kecil untuk membentuk koalisi.

Baca Juga: Harga Emas Melemah di Pagi Ini (16/2), Terseret Penguatan Dolar AS

Kemenangan besar Anutin dalam pemilihan dan potensi pembentukan pemerintahan koalisi yang kuat dapat memberikan bantuan bagi ekonomi yang telah menghadapi episode berulang ketidakstabilan politik, meskipun menghidupkan kembali pertumbuhan tetap menjadi tantangan.

“Pembentukan pemerintahan yang cepat akan membantu mempercepat penyusunan anggaran sehingga dapat dilakukan suntikan dana ke dalam perekonomian,” kata kepala dewan tersebut, Danucha Pichayanan, dalam konferensi pers.

Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah yang akan datang akan melanjutkan kebijakan ekonominya dan sedang mempersiapkan fase kedua skema subsidi konsumen, seperti yang dijanjikan selama kampanye pemilihan. 

Selanjutnya: Kasus Baru Adani: Dugaan Impor LPG Iran Jadi Sorotan Washington

Menarik Dibaca: Tren Dekorasi Imlek 2026 dengan Unsur Feng Shui yang Mengundang Keberuntungan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×