kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.205   20,00   0,11%
  • IDX 5.217   -48,91   -0,93%
  • KOMPAS100 676   -6,55   -0,96%
  • LQ45 531   -1,62   -0,30%
  • ISSI 175   -3,42   -1,91%
  • IDX30 299   -1,07   -0,36%
  • IDXHIDIV20 399   -0,58   -0,14%
  • IDX80 78   -0,75   -0,96%
  • IDXV30 110   -1,31   -1,17%
  • IDXQ30 100   -0,13   -0,13%

Putin salahkan Amerika Serikat karena memulai perlombaan senjata baru


Kamis, 17 Desember 2020 / 23:50 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Rusia Vladimir Putin menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena memulai perlombaan senjata baru, dengan mengatakan Moskow telah dipaksa untuk mengembangkan senjata hipersonik sebagai respons.

Menanggapi pertanyaan tentang risiko perlombaan senjata baru, Putin menyatakan dalam konferensi pers tahunannya, Kamis (17/12): "Itu sudah terjadi, dan ini sudah jelas".

Sebelumnya, Putin mendesak Washington untuk menyetujui perpanjangan satu tahun dari Perjanjian New START, kesepakatan terakhir yang tersisa untuk menjaga keseimbangan nuklir antara kedua negara, yang berakhir pada Februari 2021.

Putin yakin, Presiden AS terpilih Joe Biden terbuka untuk dialog tentang masalah tersebut. Tetapi, "Kami membutuhkan reaksi dari mitra Amerika kami," katanya seperti dikutip Reuters.

Perjanjian New START atau pengurangan senjata strategis, yang ditandatangani pada 2010, membatasi jumlah hulu ledak nuklir, rudal, dan pembom strategis yang bisa digunakan oleh Rusia dan AS.

Baca Juga: Ngeri! Butuh 3 menit saja, rudal hipersonik Tsirkon Rusia sikat target sejauh 350 km

Selanjutnya: Admiral Essen, kapal perang Rusia dengan aneka senjata mematikan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×