kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.002   2,00   0,01%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Putin: Ukraina Tak Akan Bisa Ekspor Gandum Kecuali Barat Memenuhi Permintaan Rusia


Selasa, 05 September 2023 / 07:09 WIB
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Ukraina tak akan bisa mengekspor gandum melalui Laut Hitam sampai Barat memenuhi tuntutan Moskow. Sputnik/Alexei Nikolskyi/Kremlin via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Melansir Al Jazeera, Uni Eropa mengutuk serangan Rusia baru-baru ini terhadap infrastruktur Ukraina yang digunakan untuk mengekspor gandum.

Juru bicara kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan serangan tersebut menunjukkan bagaimana tindakan Rusia meningkatkan harga pangan global dan membahayakan jutaan orang yang rentan di seluruh dunia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengecam keputusan Putin untuk memblokir kesepakatan gandum di Laut Hitam, dan menuduhnya memainkan permainan yang “sinis”.

Baerbock mengatakan upaya Erdogan untuk mengembalikan perjanjian ke jalurnya merupakan hal yang sangat penting.

“Hanya karena Putin, kapal pengangkut tidak memiliki jalur bebas lagi,” katanya, merujuk pada kapal-kapal yang memuat biji-bijian Ukraina yang terjebak di pelabuhan Laut Hitam negara itu sejak Juli.

“Rusia memperburuk kelaparan global,” katanya.




TERBARU

[X]
×