kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.113   83,00   0,46%
  • IDX 5.886   12,32   0,21%
  • KOMPAS100 765   1,79   0,23%
  • LQ45 583   0,61   0,10%
  • ISSI 203   0,65   0,32%
  • IDX30 330   -0,34   -0,10%
  • IDXHIDIV20 408   -2,34   -0,57%
  • IDX80 87   0,32   0,37%
  • IDXV30 111   -0,29   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,57   -0,53%

Putra Kaddafi tewas, Kedutaan Inggris dan Italia di Libia diserang


Senin, 02 Mei 2011 / 07:48 WIB
ILUSTRASI. Warhammer 40K: Rites of War


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TRIPOLI. Kekerasan di Libia semakin menjadi-jadi. Kali ini dilaporkan, kedutaan Inggris dan Italia di Tripoli serta kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa diserang. Penyerangan tersebut dilakukan setelah Libia mengumumkan tewasnya putra bungsu dan tiga cucu Kaddafi.

Menurut keterangan resmi Pemerintah London dan Roma, hari ini massa merusak dua kedutaan Inggris dan Italia. Atas kejadian itu, Inggris memberikan waktu 24 jam kepada duta besar Libia Omar Jelban untuk meninggalkan Inggris.

"Konvensi Vienna mewajibkan rezim Kaddafi untuk melindungi misi diplomatik di Tripoli. Rezim Kaddafi sudah melanggar tanggungjawab dan kewajiban internasional," jelas UK Foreign Secretary William Hague.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, putra bungsu Kaddafi Saif Al-Arab dan tiga cucunya dikabarkan tewas setelah dilakukannya serangan udara oleh NATO. Namun, hingga berita ini diturunkan, AS, Inggris, dan NATO menolak untuk mengkonfirmasi berita bersebut. "Tidak ada konfirmasi dari NATO," jelas Chris Riley, Juru Bicara NATO di Brussels.

Atas kejadian itu, Rusia mengkritik NATO dan mengatakan bahwa tindakan tersebut sudah melampaui mandat yang diberikan di Libia.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×