Reporter: Rika Theo, Guardian |
LONDON. Qatar Holding, pemilik ritel department store Inggris Harrods, berencana membuka hotel di berbagai kota di dunia, salah satunya di Malaysia. Perusahaan yang bermarkas di Doha ini ingin menjadikan Harrods sebagai brand global, sehingga hotel premium itu pun nantinya akan diberi nama yang sama.
Qatar Holding akan masuk ke bisnis perhotelan dengan membuka hotel-hotel Harrods di sejumlah kota utama seperti Kuala Lumpur, New York, dan Paris, juga di China.
"Preferensi akan diberikan untuk membangun dilokasi yang telah dimiliki Qatar Holding atau afiliasinya, seperti Chelsea Barrack di London atau Costa Smeralda di Sardinia. Qatar Holding benar-benar berniat untuk mengembangkan Harrods sebagai perusahaan global yang berpengaruh dalam ritel premium dan rekreasi,” kata pernyataan perusahaan.
Qatar Holding adalah bagian dari perusahaan sovereign wealth fund Uni Emirat Arab. Tahun 2010 silam, Qatar Holding membeli Harrods dari tangan Mohamed Al Fayed senilai £1,5 miliar. Segera sesudahnya, mereka merajai properti di Inggris, dan mengambil alih sejumlah properti besar di negeri itu. Misalnya saja kompleks apartemen mewah di One Hyde Park, Chelsea Barracks, kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Grosvenor Square dan terakhir Olympic Village yang akan mereka ambil alih setelah olimpiade selesai.
Vice Chairman Qatar Holding Hussain Ali Al Abdulla sebelumnya mengungkapkan rencana pembukaan hotel pertamanya di Malaysia kepada para jurnalis negeri jiran. "Kami telah memutuskan untuk membangun hotel Harrods di London, satu di Kuala Lumpur dan satu di Sardinia," tuturnya.
Bisnis Qatar memang menggurita di Inggris. Qatar memiliki 26% saham J Sainsbury, 28% saham Canary Wharf's, Song Bird Estates, Barclays, bahkan London Stock Exchange. Qatar Investment Authority juga mengantongi 20% saham Camden market di utara London, melalui holding grup propertinya Chelsfield.