kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Qatar siap bermediasi


Selasa, 06 Juni 2017 / 16:53 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

DOHA. Pemerintah Qatar menahan diri untuk buka suara pada Selasa (6/6) setelah hubungannya dengan beberapa negara Arab retak. Qatar membuka peluang untuk mediasi lewat Kuwait. 

Menteri luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani mengatakan, Doha siap untuk melakukan mediasi setelah Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutus hubungan diplomatik.

Mereka menuduh Qatar menyokong dana terorisme dan mendukung Iran. Hari ini, Yaman, Libya, dan Maladewa bergabung untuk memutus hubungan transportasi ke Qatar.

Beberapa bank di kawasan teluk juga mulai menarik diri dari bisnis yang berhubungan dengan Qatar. 

Menurut televisi lokal Al Jazeera, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani telah berbicara via telepon dengan mitranya di Kuwait, negara yang masih mempertahankan hubungan dengan Qatar. 

Doha juga memutuskan tidak akan membalas tindakan negara-negara Arab Saudi cs dan akan mengedepankan penyelesaian melalui dialog.

"Qatar ingin Emir Kuwait Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber al-Sabah untuk melanjutkan dan berkomunikasi dengan para pihak-pihak dalam krisis ini," kata Menlu Qatar. 

Dia menambahkan, Qarar melihat Emir Kuwait memiliki peran penting di perselisihan teluk tahun 2014. "Emir Sheikh Tamim melihat dia seperti orang tua dan kami akan menahan pernyataan apapun sampai mendapat gambaran yang jelas dari krisis ini," kata Sheikh Mohammed lagi. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×