Raja terkaya di dunia, Maha Vajiralongkorn, inilah sumber kekayaannya

Rabu, 14 Oktober 2020 | 10:35 WIB Sumber: LA Times
Raja terkaya di dunia, Maha Vajiralongkorn, inilah sumber kekayaannya

ILUSTRASI. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn.


KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Putra mahkota dari pernikahan ketiga Thailand, Maha Vajiralongkorn, kerap membuat sensasi. Sejak pandemi Covid-19 merebak, dia diketahui kerap tinggal di sebuah hotel mewah di Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman. 

Melansir DW.com, Vajiralongkorn menikmati izin khusus untuk tinggal di Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen. Menurut otoritas setempat, hotel ini tidak terbuka untuk umum. Raja dan rombongannya memiliki izin khusus karena mereka adalah "kelompok orang homogen tunggal tanpa fluktuasi."

Raja dikenal karena perilaku eksentriknya. Ia secara resmi menggantikan ayahnya naik tahta pada Oktober 2016 namun baru dinobatkan melalui proses upacara megah selama tiga hari pada Mei 2019. Berbeda dengan sang ayah yang dihormati oleh rakyat Thailand, Vajiralongkorn tercatat sering terlibat skandal.

"Perilaku raja selama krisis virus corona telah menjadi bencana bagi reputasi monarki Thailand," kata wartawan dan aktivis Andrew MacGregor Marshall, menambahkan bahwa raja adalah "raja yang bermasalah, sadis, dan otoriter, yang seharusnya tidak memiliki tempat di abad ke-21."

Baca Juga: Raja Thailand menyetujui menteri keuangan baru untuk mengatasi krisis ekonomi

Sumber kekayaan

Melansir LA Times, beruntung bagi sang pangeran, ia memiliki akses ke salah satu sumber kekayaan kerajaan terbesar di dunia, sebuah perusahaan induk rahasia yang sarat dengan saham di perusahaan blue-chip Thailand dan tanah utama di jantung kota Bangkok. 

Pada 2016, saat pangeran naik takhta, salah satu tindakan besar pertama Raja Maha Vajiralongkorn adalah mengalihkan semua kepemilikan di perusahaan besar itu, yang dikenal sebagai Biro Properti Mahkota, ke kepemilikan pribadinya. Langkah ini memberinya kendali atas lebih banyak kekayaan daripada kekayaan raja Saudi, sultan Brunei dan gabungan keluarga kerajaan Inggris.

Baca Juga: Belum hapus konten berbahaya, Thailand laporkan Facebook dan Twitter ke polisi

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru