CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Renault SA Akan Jual Sebagian Saham Nissan, Ini Alasannya


Senin, 25 April 2022 / 12:47 WIB
Renault SA Akan Jual Sebagian Saham Nissan, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Renault. REUTERS/Sarah Meyssonnier


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham Nissan Motor Co Ltd melorot 4% pada awal perdagangan pada Senin (25/4) menyusul laporan bahwa pemegang saham utamanya Renault SA mempertimbangkan untuk menjual sebagian sahamnya di Nissan. 

Dilansir dari Reuters, Senin (25/4), rencana Renault tersebut sebagai upaya perusahaan untuk memisahkan bisnis kendaraan listrik (EV). Ini merupakan ambisi perusahaan asal Prancis ini untuk mengejar saingannya, Tesla dan Volkswagen.

Diperkirakan rencana penjualan saham tersebut dapat menghasilkan miliaran euro setelah beralih ke bisnis kendaraan listrik. Rencana ini sekaligis sebagi jalan untuk meredakan ketegangan lama dengan mitra aliansi.

Baca Juga: Renault Eyes Possible IPO for Separating Its EV Business

Menurut sejumlah sumber, Nissan kemungkinan bersedia membeli sebagian dari 1,83 miliar saham pembuat mobil Jepang yang dimiliki Renault. Renault juga dapat mencari investor lain untuk mengakusisi saham tersebut. Namun juru bicara Renault dan Nissan menolak berkomentar. 

Sebelumnya, CEO Renault Luca de Meo membuat cetak biru pada bisnis perusahaan pada Februari lalu. Salah satunya terkait rencana pemisahan bisnis serta IPO entitas mobil listrik tersendiri. 

Perusahaan akan menggandeng Zhejiang Geely Holding Group Co. China, pengendali Volvo Car AB. Renault mencapai kesepakatan produksi bersama dengan Geely awal tahun ini untuk pabrik di Korea Selatan, dan keduanya mengatakan akan bekerja sama di China.

De Meo, membuat langkah panjang untuk mengubah Renault sebelum invasi Rusia ke Ukraina, tetapi memaksa perusahaan untuk mulai keluar dari pasar terbesar kedua tersebut. Akibatnya, perusahaan menanggung biaya besar setelah hengkang dari Rusia. 

Produsen mobil ini mengatakan akan mengambil biaya non-tunai sebesar 2,2 miliar euro (US$ 2,4 miliar) dari nilai asetnya di Rusia, yang mencakup pabrik di Moskow. Dari situ muncul opsi perusahaan akan menjual sahamnya kepada produsen otomotif Rusia, AvtoVaz  atau mentransfer kepemilikannya ke investor lokal. 

Sebelumnya, ada negosiasi untuk membentuk kembali aliansi Renault-Nissan  yang belum dibahas secara publik tapi bisa memakan waktu berbulan-bulan. Di sisi lain, Renault telah berhasil mengembangkan bisnis mobil listrik, yang termasuk dalam aset Nissan. 

Nissan juga akan menjadi mitra dalam operasi hibrida dan mesin pembakaran warisan pembuat mobil Prancis ini. CFO Renault Thierry Pieton mengatakan, kedua perusahaan bekerja sama satu sama lain dalam perombakan struktural Renault. "Nissan ada di depan. Ini jelas sesuatu yang ingin kami diskusikan dengan mereka," terangnya. 

Baca Juga: Elon Musk Sudah Genggam Komitmen Pembiayaan US$ 46,5 Miliar Untuk Akuisisi Twitter

Nissan akan berada dalam posisi yang lebih baik dari tahun lalu untuk membeli kembali sahamnya, jika Renault memutuskan untuk menjual sahamnya. Perusahaan yang berbasis di Yokohama, Jepang ini memiliki 2 triliun yen (US$ 15,6 miliar) dalam bentuk tunai dan setara, dan laba operasional tahun fiskal berada di jalur yang positif untuk pertama kalinya sejak 2019.

Ashwani Gupta, chief operating officer Nissan, akan melakukan perjalanan ke Paris minggu depan untuk berdiskusi dengan CEO Renault de Meo menjelang pertemuan yang lebih luas antara eksekutif Renault dan Nissan di Tokyo bulan depan.

Ketegangan seputar sifat asimetris dari ikatan perusahaan hampir menghancurkan aliansi setelah penangkapan mantan Ketua Carlos Ghosn di Jepang pada 2018. Sejak saat itu, para pembuat mobil telah fokus pada rencana perubahan haluan terpisah untuk membuat mereka melewati kerusakan yang ditimbulkan oleh penggulingan Ghosn dan dampak pandemi.

Negosiasi ini bertujuan untuk menyeimbangkan kembali aliansi Prancis-Jepang, yang juga mencakup Mitsubishi Motors Corp., yang diadakan pada 2019 tetapi mengambil posisi belakang untuk masalah operasional dan manajemen yang lebih mendesak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×