kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,31   7,91   0.88%
  • EMAS1.354.000 1,65%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Restoran di Arab Saudi tak wajib lagi sediakan dua pintu masuk berdasarkan gender


Senin, 09 Desember 2019 / 14:38 WIB
Restoran di Arab Saudi tak wajib lagi sediakan dua pintu masuk berdasarkan gender
ILUSTRASI. Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman terus melakukan reformasi sosial. REUTERS/Jorge Silva


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Pemerintah Arab Saudi saat ini tidak lagi mengharuskan restoran memiliki pintu masuk terpisah yang berdasarkan jenis kelamin. Padahal, sebelumnya, merupakan hal yang wajib untuk sebuah restoran memiliki satu pintu masuk untuk keluarga dan wanita, dan pintu lainnya untuk kaum pria.

Namun belakangan, secara diam-diam larangan tersebut tak lagi dipraktikkan. Melansir BBC, banyak restoran, kafe dan tempat-tempat pertemuan lainnya tidak lagi menyediakan pintu terpisah.

Hanya saja, serangkaian reformasi sosial besar-besaran di Arab Saudi telah disertai dengan penindasan intensif terhadap perbedaan pendapat.

Baca Juga: Putra Mahkota Arab Saudi menelepon Donald Trump, ada urusan apa?

Awal tahun ini, sebuah dekrit kerajaan mengizinkan perempuan Saudi untuk bepergian ke luar negeri tanpa izin wali lelaki. Selain itu, pada 2018, kerajaan Saudi mengakhiri larangan mengemudi bagi kaum perempuan yang sudah diterapkan selama berpuluh-puluh tahun.

Tetapi para aktivis mengeluh bahwa banyak hukum yang diskriminatif terhadap perempuan tetap ada. Dan beberapa pembela hak-hak perempuan terkemuka telah ditangkap bahkan ketika pemerintah telah melakukan reformasi.

Baca Juga: Tentara Arab Saudi melakukan aksi penembakan di Pangkalan AS Pensacola, 4 tewas

Pada hari Minggu, kementerian kotamadya Saudi mengatakan bahwa restoran tidak perlu lagi mempertahankan pintu masuk yang terpisah berdasarkan jenis kelamin. Sebaliknya, itu akan diserahkan kepada pelaku bisnis untuk memutuskan.

Sampai sekarang, di dalam restoran, keluarga dan wanita biasanya terputus dan dipisahkan dari laki-laki dengan layar sendiri.

Baca Juga: IPO Saudi Aramco dan ambisi besar Putra Mahkota merombak ekonomi kerajaan Arab

Sejak Mohammed bin Salman diangkat menjadi putra mahkota pada tahun 2017, ia telah membuat langkah untuk membuka masyarakat yang sangat konservatif di Arab Saudi.

Reformasinya telah mendapat pujian di komunitas internasional. Sayang, kebijakan itu telah disertai dengan gelombang represi.

Pembunuhan jurnalis terkemuka Saudi Jamal Khashoggi pada tahun 2018 di konsulat kerajaan di Istanbul mengundang kecaman internasional, tetapi para pemimpin utama dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, terus mendukung Arab Saudi.

Baca Juga: Digosipkan marah dan ancam banjiri pasar minyak, pejabat Arab Saudi angkat bicara

Para pejabat Saudi mengatakan Khashoggi, seorang kritikus tinggi pemerintah di Riyadh, tewas dalam "operasi jahat" oleh tim agen. Tetapi banyak kritikus yang meyakini sebaliknya dan seorang pakar PBB menyimpulkan bahwa kematian itu adalah "eksekusi ekstra-yudisial".




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×