kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

RI Tidak Termasuk, Ini 15 Negara yang Paling Dipercaya Investor di 2026


Jumat, 29 Mei 2026 / 08:25 WIB
RI Tidak Termasuk, Ini 15 Negara yang Paling Dipercaya Investor di 2026
ILUSTRASI. AS masih menjadi negara yang paling dipercaya investor global pada 2026 berdasarkan hasil survei Foreign Direct Investment Confidence Index 2026. (REUTERS/Kylie Cooper)


Sumber: Investopedia,Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat masih menjadi negara yang paling dipercaya investor global pada 2026 berdasarkan hasil survei Foreign Direct Investment Confidence Index 2026 yang dirilis perusahaan konsultan Kearney.

Dikutip dari Visual Capitalist, Selasa (26/5/2026), daftar negara yang paling dipercaya investor tersebut disusun berdasarkan survei terhadap 507 eksekutif senior mengenai negara tujuan investasi yang dinilai paling menjanjikan dalam tiga tahun ke depan.

Selain Amerika Serikat, Kanada dan Jepang juga berada di posisi teratas sebagai negara yang paling dipercaya investor untuk penanaman modal asing langsung atau foreign direct investment (FDI).

Perubahan kepercayaan investor global

Dalam laporan tersebut, negara-negara Teluk mulai muncul sebagai pusat investasi baru dunia.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berhasil masuk dalam 10 besar negara yang paling dipercaya investor berkat investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI), logistik, dan diversifikasi industri.

Arab Saudi berada di posisi kesembilan, sedangkan UEA menempati peringkat ke-10.

Arab Saudi menunjukkan kenaikan signifikan dalam daftar negara yang paling dipercaya investor. Negara itu baru masuk 25 besar pada 2023 sebelum kini menembus 10 besar pada 2026.

Baca Juga: Pfizer Gaet Innovent Biologics dalam Kesepakatan Obat Kanker Senilai US$ 10,5 Miliar

Kenaikan tersebut didorong ambisi Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas. Pemerintah Arab Saudi menargetkan investasi asing langsung sebesar 100 miliar dollar AS per tahun pada 2030.

Selain itu, Amazon Web Services (AWS) disebut berencana menginvestasikan 5,3 miliar dollar AS untuk memperluas infrastruktur pusat data di Arab Saudi hingga 2026.

Google Cloud juga diketahui bekerja sama dengan dana kekayaan negara Arab Saudi untuk membangun pusat AI.

Hal serupa terjadi di Uni Emirat Arab yang berhasil menarik investasi besar dari Microsoft, Oracle, dan AWS.

Baca Juga: Wapres Vance: AS Belum Mencapai Kesepakatan dengan Iran, Tapi Sudah Dekat

Kanada naik, China tertekan geopolitik

Sementara itu, Kanada kini menjadi negara kedua yang paling dipercaya investor global.

Posisi tersebut ditopang sumber daya alam melimpah, stabilitas politik, dan peningkatan investasi infrastruktur AI.

Pada semester pertama 2025, Kanada mencatat rekor 297 pengumuman investasi asing langsung.

Pemerintah federal Kanada juga mengusulkan anggaran sebesar 926 juta dollar AS untuk pengembangan infrastruktur AI nasional.

Di sisi lain, Jepang mengalami lonjakan peringkat dalam satu dekade terakhir hingga kini berada di posisi ketiga negara yang paling dipercaya investor.

China menempati posisi keempat, meski tensi geopolitik disebut memengaruhi kepercayaan investor terhadap negara tersebut.

Namun demikian, beberapa negara seperti Kanada dan Kenya tetap menjalin kerja sama perdagangan baru dengan China di tengah perubahan tatanan ekonomi global.

Indonesia belum masuk daftar

Indonesia belum masuk dalam daftar 15 negara yang paling dipercaya investor pada 2026 versi Kearney.

Sementara itu, Singapura menjadi satu-satunya negara ASEAN yang masuk 10 besar dengan menempati posisi kedelapan.

Daftar 15 Negara yang Paling Dipercaya Investor Global 2026

Peringkat Negara
1 Amerika Serikat
2 Kanada
3 Jepang
4 China
5 Jerman
6 Inggris Raya
7 Perancis
8 Singapura
9 Uni Emirat Arab
10 Arab Saudi
11 Korea Selatan
12 Australia
13 Italia
14 Swiss
15 Spanyol

Mengenal Apa Itu Investasi Langsung Asing (FDI)?

Melansir Investopedia, investasi langsung asing (FDI) mengacu pada kepemilikan saham di perusahaan atau proyek asing yang dilakukan oleh investor, perusahaan, atau pemerintah dari negara lain. FDI umumnya digunakan untuk menggambarkan keputusan bisnis untuk mengakuisisi saham substansial di bisnis asing atau membelinya secara langsung untuk memperluas operasi ke wilayah baru.

Penting untuk dicatat bahwa istilah ini biasanya tidak menggambarkan investasi saham biasa di perusahaan asing melalui platform pialang. Ini lebih kompleks dari itu. FDI merupakan elemen kunci dalam integrasi ekonomi internasional karena menciptakan hubungan yang stabil dan tahan lama antar ekonomi.

Tonton: Presiden Macron Singgung 2 Kekuatan Ekonomi Besar dan Sebut Mineral Kritis Indonesia

Bagaimana Investasi Langsung Asing (FDI) Bekerja

Investasi langsung asing adalah kepemilikan saham di sebuah perusahaan atau proyek oleh entitas asing. Perusahaan atau pemerintah yang mempertimbangkan FDI umumnya mempertimbangkan perusahaan atau proyek target di ekonomi terbuka yang menawarkan tenaga kerja terampil dan prospek pertumbuhan di atas rata-rata bagi investor. Regulasi pemerintah yang ringan juga cenderung dihargai.

FDI seringkali melampaui sekadar investasi modal. FDI juga dapat mencakup penyediaan manajemen, teknologi, dan peralatan. Fitur utama FDI adalah kemampuannya untuk membangun kendali efektif atas bisnis asing atau setidaknya pengaruh substansial atas pengambilan keputusannya. FDI tetap tinggi, dengan sekitar $1,5 triliun diinvestasikan pada tahun 2024. Namun, ini merupakan penurunan sebesar 11% dari tahun 2023.

Arus masuk FDI sebagai persentase dari produk domestik bruto (PDB) merupakan indikator yang baik untuk daya tarik suatu negara sebagai tujuan investasi jangka panjang. FDI sebagai persentase dari PDB seringkali jauh lebih tinggi untuk ekonomi yang lebih kecil dan dinamis.

Apa Keuntungan dan Kerugian Investasi Langsung Asing?

FDI dapat mendorong dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi baik di negara penerima maupun negara investor. Negara-negara berkembang telah mendorong investasi asing langsung (FDI) untuk membiayai pembangunan infrastruktur baru dan menciptakan lapangan kerja bagi pekerja lokal mereka. Perusahaan multinasional mendapat manfaat dari FDI sebagai sarana untuk memperluas jejak mereka ke pasar internasional. 

Kerugian dari FDI adalah melibatkan regulasi dan pengawasan dari berbagai pemerintah, yang menyebabkan tingkat risiko politik yang lebih tinggi.

(Aditya Priyatna Darmawan, Irawan Sapto Adhi)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/29/063000665/15-negara-yang-paling-dipercaya-investor-pada-2026-indonesia-tak-masuk?page=all#page1


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×