Ribuan Anak di AS Terpapar Omicron, Begini Gejala Varian Menular Itu pada Anak-Anak

Jumat, 31 Desember 2021 | 23:15 WIB Sumber: Al Jazeera
Ribuan Anak di AS Terpapar Omicron, Begini Gejala Varian Menular Itu pada Anak-Anak


KONTAN.CO.ID - Varian Omicron yang menggila di AS mengirim ribuan anak usia di bawah 18 tahun yang terpapar Covid-19 ke rumahsakit untuk menjalani rawat inap. Begini gejala varian Omicron pada anak-anak. 

Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran baru tentang bagaimana orang Amerika di bawah usia 18 tahun yang tidak divaksinasi akan mengalami lonjakan kasus Covid-19 di negeri paman Sam.

Dokter mengatakan, gejala varian Omicron yang lebih parah, yang mereka lihat pada anak-anak yang dirawat di rumahsakit bulan ini termasuk kesulitan bernapas, demam tinggi, dan dehidrasi.

“Mereka membutuhkan bantuan untuk bernafas, mereka membutuhkan bantuan untuk mendapatkan oksigen, mereka membutuhkan hidrasi ekstra," kata Rebecca Madan, spesialis penyakit menular pediatrik di Rumahsakit Langone Health Universitas New York.

"Mereka cukup sakit untuk berakhir di rumahsakit, dan itu menakutkan bagi dokter, dan itu menakutkan bagi orangtua,” ungkapnya, seperti dikutip Al Jazeera.

Baca Juga: Pakar Kesehatan AS: Badai Covid-19 Menyebar Luas dan Cepat Bulan Depan

Rata-rata jumlah anak-anak yang menjalani rawat inap akibat Covid-19 antara 21 Desember dan 27 Desember melonjak lebih dari 58%, menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). 

Lonjakan kasus Covid-19 pada anak-anak di AS justru terjadi ketika sekolah ditutup selama liburan musim dingin.

Angka rawat inap pada anak-anak melonjak

Hanya, dokter mengatakan, masih terlalu dini untuk menentukan, apakah varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah pada anak-anak. Tapi, tingkat penularannya yang sangat tinggi merupakan salah satu faktor kunci yang mendorong rawat inap.

“Ini akan menginfeksi lebih banyak orang. Kami telah melihat angka meningkat, kami telah melihat rawat inap pada anak-anak meningkat," kata Dr Jennifer Nayak, ahli penyakit menular dan dokter anak di University of Rochester Medical Center.

Baca Juga: Tsunami Masih Menerjang, Prancis Catat 200.000 Kasus Covid-19 untuk Hari Kedua

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru