kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Riset terbaru: Covid-19 varian Afrika Selatan lebih kebal terhadap vaksin corona


Selasa, 23 Maret 2021 / 09:56 WIB
ILUSTRASI. Covid-19 varian Afrika Selatan lebih resisten atau kebal terhadap vaksin Pfizer daripada jenis virus corona lainnya.


Sumber: Jerusalem Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Menurut penelitian baru yang dilakukan oleh para ilmuwan Universitas Ben-Gurion dari Negev, Covid-19 varian Afrika Selatan lebih resisten atau kebal terhadap vaksin Pfizer daripada jenis virus corona lainnya. 

Selain itu, infektivitasnya tampaknya mirip dengan varian Inggris dan oleh karena itu lebih tinggi daripada strain asli penyakit menular ini.

“Kami melihat penurunan tujuh kali lipat dalam kemampuan vaksin Pfizer untuk menghambat infeksi oleh varian virus Afrika Selatan,” kata Prof Ran Taube dari Departemen Mikrobiologi, Imunologi dan Genetika Shraga Segal BGU di Fakultas Ilmu Kesehatan seperti yang dilansir Jerusalem Post.

Studi tersebut tidak mempertimbangkan data klinis, melainkan menganalisis darah yang diambil dari pasien yang diinokulasi.

Baca Juga: Sudah sembuh, 20% orang yang terinfeksi virus corona gagal kembangkan antibodi

“Kami menginkubasi darah yang diambil dari individu yang divaksinasi, dan kami mengukur kemampuan antibodi untuk menghambat infeksi. Vaksin masih bekerja melawan [varian] Afrika Selatan, tetapi dengan cara yang kurang efisien,” kata Taube kepada Jerusalem Post.

Kemanjuran vaksin virus corona umumnya digambarkan menggunakan beberapa indikator. Selain mencegah infeksi, kemampuan untuk mencegah gejala parah dan kematian juga dipertimbangkan, dan bagi banyak ahli, dua yang terakhir bahkan lebih penting daripada yang pertama.

Baca Juga: Hasil penyelidikan WHO bocor, ini asal usul virus corona penyebab Covid-19

Vaksin Pfizer sejauh ini telah menunjukkan 95% atau lebih efektif dalam ketiga kategori tersebut, setidaknya terhadap strain asli virus dan varian Inggris. Vaksin virus corona lain yang disetujui oleh otoritas kesehatan di negara-negara Barat, meski terkadang menunjukkan tingkat perlindungan yang lebih rendah terhadap infeksi, masih menunjukkan kemampuan tinggi untuk mencegah bentuk penyakit yang lebih serius.




TERBARU

[X]
×