Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Rolls-Royce Holdings tengah menimbang sejumlah opsi pendanaan untuk unit reaktor nuklir modular kecil (Small Modular Reactor/SMR), termasuk kemungkinan penawaran umum perdana saham (IPO).
Laporan Financial Times menyebutkan pembicaraan awal dengan lembaga investasi dan perbankan sudah dilakukan, meski keputusan final belum menjadi prioritas manajemen.
Namun, juru bicara Rolls-Royce SMR menegaskan pihaknya tidak sedang merencanakan atau menjalankan proses IPO.
Baca Juga: Jaga Kualitas, Rolls-Royce Upgrade dan Menawarkan Mesin Pesawat Di Indonesia
Pada Juni lalu, Rolls-Royce SMR terpilih membangun reaktor modular kecil pertama di Inggris sebagai bagian dari strategi percepatan dekarbonisasi jaringan listrik mulai pertengahan 2030-an.
Unit yang mayoritas dimiliki Rolls-Royce itu menargetkan pembangunan tiga reaktor.
Pemerintah Inggris telah menjanjikan dukungan dana sebesar 2,5 miliar pound sterling atau sekitar US$ 3,4 miliar untuk program SMR dalam empat tahun ke depan.
Langkah ini diharapkan menjadikan Inggris sebagai salah satu negara pertama di Eropa yang mengembangkan industri nuklir skala kecil.
Baca Juga: Hashim: Indonesia Bakal Bangun Pembangkit Listrik Nuklir 10 Giga Watt Hingga 2040
Selain Inggris, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Rumania, dan Ceko juga menggarap teknologi SMR.
Jika berhasil, proyek ini diyakini bisa membuka pasar global yang besar bagi energi nuklir skala kecil.